ONE CHAMPIONSHIP
Anthony Engelen Tidak Sabar Melihat Penampilan Demetrious “Mighty Mouse” Johnson
05 Maret 2019 18:52 WIB
berita
Demetrious adalah juara dunia yang memecahkan rekor di Amerika Serikat setelah ia mempertahankan titel juara dunia UFC-nya dalam divisi flyweight sebanyak 11 kali.
JAKARTA - Demetrious “Mighty Mouse” Johnson bergabung dengan organisasi beladiri terbesar di dunia, ONE Championship. Reputasi yang tak tertandingi di kalangan atlet mixed martial arts (MMA), tidak terkecuali di Indonesia.

Nama besarnya sebagai atlet MMA terbaik di dunia tentunya didukung oleh rekam jejaknya, yang sangat familiar bagi para petarung asal Indonesia, meski dalam divisi yang berbeda.


Baca Juga :
- Rudy Agustian & Egi Rozten Mengenang Masa Sekolah
- Pesan Para Atlet Senior Bagi Para Atlet MMA Muda Indonesia




Demetrious adalah juara dunia yang memecahkan rekor di Amerika Serikat setelah ia mempertahankan titel juara dunia UFC-nya dalam divisi flyweight sebanyak 11 kali.

Tetapi, atlet yang mewakili sasana AMC Pankration ini bukan hanya seorang pemenang. Ia juga mendominasi arena pertandingan. “Mighty Mouse” akan memulai perjalanannya dengan pertandingan dalam seri ONE Flyweight World Grand Prix melawan Yuya “Little Piranha” Wakamatsu di ajang ONE: A NEW ERA.


Baca Juga :
- Tyson Fury Sebut McGregor Lampaui Pertarungan MMA
- Tak Ada yang Bisa Meramal Kejutan di One: Enter the Dragon


Divisi flyweight dikenal sebagai divisi dengan atlet yang bergerak sangat cepat, tetapi Demetrious mungkin lebih cepat dari mereka.

Lawan sebelumnya telah berkomentar tentang seberapa cepat dirinya bergerak di dalam ring. Ini berarti ia dapat mengincar takedown sebelum lawannya memiliki kesempatan untuk menyesuaikan diri dan bertahan.

Jika digabungkan dengan footwork-nya, ia telah membingungkan banyak lawannya. Ia dapat menyerang dan mundur dengan sangat cepat.

Atlet asal AS ini dikenal dengan kombinasi luar biasanya, yang mengizinkan dirinya untuk melancarkan beberapa serangan tanpa balasan sebelum ia bergerak menghindari serangan balik atau melakukan transisi ke takedown.  

Anthony “The Archangel” Engelen, satu-satunya petarung Indonesia yang akan tampil dalam kartu pertandingan yang sama di Jepang berkomentar mengenai hal ini.

“Ia bergerak sangat cepat di dalam ring. […] Sangat sulit untuk mengetahui kapan, dari mana dan dari sudut apa ia akan menyerang,” katanya.

Demetrious sempat mempertahankan sabuk juaranya selama tujuh kali. Dalam tiap pertandingan lima ronde ini, kekuatan fisiknya tetap prima dari awal sampai akhir pertarungan.

Pada saat ia memegang gelar UFC Flyweight World Title, ia sempat mengendalikan pertandingan dan menyelesaikannya dalam ronde kelima, termasuk satu lawan yang ia kalahkan dengan kuncian armbar, Kyoji Horiguchi, hanya dengan satu detik tersisa dalam babak terakhir.

“Kita melihat banyak submission yang dilakukan DJ [Demetrious Johnson] pada ronde terakhir, terutama ketika ia melemparkan lawannya, menjatuhkannya ke kanvas dan tiba-tiba bertransisi menuju armbar. Hal ini sangat menakjubkan,” kata Anthony.*

news
Penulis
Suryansyah
news