UMUM
Asosiasi Sumo Jepang Larang Pegulatnya Tumbuhkan Jenggot
27 Februari 2019 16:10 WIB
berita
Foto: BBC Sport
OSAKA - Sumo merupakan olahraga gulat tradisional asal Jepang. Banyak orang-orang di negeri matahari terbit tersebut menganggap Sumo sebagai olahraga yang sakral. Dan, untuk menghormati olahraga sakral tersebut, ada peraturan baru terkait penyelenggaraan Sumo.

Baru-baru ini, Asosiasi Sumo Jepang (JSA) menggelar pertemuan di Osaka. Pertemuan tersebut melahirkan peraturan baru terkait penyelenggaraan pertandingan Sumo.


Baca Juga :
- Pesan Para Atlet Senior Bagi Para Atlet MMA Muda Indonesia
- Tyson Fury Sebut McGregor Lampaui Pertarungan MMA




Semua pegulat Sumo dilarang menumbuhkan jenggot, serta melarang penggunaan tato. Ini dikatakan oleh petinggi JSA, Oguruma. Padahal, dalam tradisi Sumo yang lama, beberapa pegulat yang akan bertanding menganggap jenggot bisa membawa keberuntungan saat pertandingan.

"Ring Dohyo (arena pertandignan Sumo) merupakan tempat yang sakral. Saya ingin orang-orang yang menonton pertandingan merasa senang," ucap Oguruma.


Baca Juga :
- Tak Ada yang Bisa Meramal Kejutan di One: Enter the Dragon
- Debut Petarung MMA Ini Tragis dalam 29 Detik, 8 Tulang Patah, 9 Jam Operasi


"Jadi, sangat penting bagi pegulat Sumo agar tidak mempertontonkan sesuatu yang tidak mengindahkan olahraga ini. Penonton tidak perlu melihat sesuatu yang buruk," tambahnya.

Peraturan ini diberlakukan setelah media-media di Jepang mengatakan bahwa jenggot adalah sesuatu 'buruk'. Itu karena dalam beberapa tahun terakhir, terjadi skandal yang melibatkan orang-orang berjenggot di Jepang. ***

M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah
news