TOP FEATURE FOOTBALL
Mansiz Menari di Atas Es
02 February 2019 04:25 WIB
berita
Ilhan Mansiz (kiri) – TopSkor/Istimewa
MENJADI pencetak gol terpenting dalam sejarah negara kelahiran akan menjadi suatu pengalaman besar dan juga bisa disebut dengan puncak karier atlet profesional. Ilhan Mansiz melakukan hal itu pada Piala Dunia 2002. Mansiz kala itu bagian dari timnas Turki bersama Hakan Sukur, Hasan Sas, Emre Belozoglu, atau Umit Davala. Bersama mereka, Turki meraih posisi ketiga pada Piala Dunia Jepang dan Korea Selatan. Turki menjadi yang luar biasa dan memberikan banyak kejutan.

Walaupun menjadi pemain pelapis Sukur di lini depan ketajaman Mansiz sebagai penyerang tidak dapat diremehkan. Contohnya pada laga perempat final, saat Turki menghadapi Senegal. Bermain tanpa gol dalam dua kali 45 menit, Mansiz menjadi pahlawan turki di babak perpanjangan waktu. Ia mencetak gol indah dari sisi lapangan pada menit ke-94 dan membawa Turki ke semi final.


Baca Juga :
- Indra Sjafri Mantu, Berikut Doa dari Menpora
- Ali Daei Berkibar dengan Daei Sport




Sebelumnya, ia juga sudah menyumbang gol pada play-off melawan Korea Selatan dan mencetak dua gol dalam kemenangan 3-2. “Itu penampilan terbaik saya di Piala Dunia 2002. Saya tidak tahu itu akan menjadi yang paling penting dalam karier saya dan masyarakat Turki, tetapi itu gol yang paling luar biasa dalam sejarah Turki,” ujar Mansiz.

Dari permainan gemilangnya di Piala Dunia 2002, Mansiz berada di titik terendah lima tahun kemudian. Mansiz mengalami kecelakaan tertabrak mobil yang membuatnya harus absen dalam beberapa musim untuk bermain dengan produktif. 


Baca Juga :
- Sukses Mia lewat Winner Never Quit
- Johan Halls : Dari Arsenal hingga Catwalk


“Kecelakaan itu mengakhiri karier saya. Kecelakaan itu terjadi kala saya sedang lari pagi ke sebuah taman dan melintasi jalan raya. Tidak diduga sebuah mobil melaju dengan cepat menabrak dari sisi kiri dan saya mengalami cedera lutut yang cukup parah,” ujarnya.

Setelah operasi, dan pemulihan selama delapan bulan Mansiz membuat keputusan untuk gantung sepatu. Setelah itu, ia bertemu dengan Olga Bestandigova salah satu atlet profesional skating dengan berdansa di atas es. Kecintaannya terhadap Bestandigova, membuat Mansiz terjun kedunia tersebut. Tidak disangka keduanya menjadi pasangan yang solid dan menarik dalam dance skating.

Mereka akhirnya tampil pada acara TV Buzda Dans, Dancing On Ice Turki. Keduanya hingga diberikan pelatihan di Amerika Serikat untuk mendalami dance skating. Hingga tampil untuk membawa nama Turki dalam Olimpiade Musim Dingin 2014. 

Mansiz sangat bahagia dengan karier keduanya ini. Sekali lagi dirinya berkesempatan membawa nama harum Turki di pentas dunia selain olahraga sepak bola. "Saya sangat antusias memulai karier olahraga kedua setelah sepak bola tetapi saya tidak pernah berpikir dalam mimpi saya itu akan menjadi pemain skating berpasangan.”

Mansiz mengaku sebelum terjun kedunia skating, dirinya sangat buta dengan olahraga tersebut. “Saya bahkan belum pernah menonton skating sebelum saya menginjak es untuk kali pertama ketika saya berusia 32 tahun. Saya menjadi atlet pertama Turki yang bersaing di Piala Dunia dan Olimpiade Musim Dingin," kata Mansiz.*CR6

n
Penulis
nana sumarna
news