ONE CHAMPIONSHIP
Atlet ONE Asal Indonesia Berbagi Teknik Brazilian Jiujitsu 
26 January 2019 13:44 WIB
berita
Salah satu disiplin yang dianggap wajib dikuasai oleh para atlet adalah Brazilian Jiu-jitsu (BJJ)
JAKARTA - Cabang olahraga mixed martial arts (MMA) atau seni bela diri campuran kini dalam puncak popularitas. Kontes yang menggabungkan berbagai disiplin beladiri ini mengharuskan atlet untuk terampil di pertarungan atas (stand up) maupun bawah (ground).

Salah satu disiplin yang dianggap wajib dikuasai oleh para atlet adalah Brazilian Jiu-jitsu (BJJ), karena seni beladiri ini memiliki teknik yang akan sangat menguntungkan dalam pertarungan ground, meski lawan memiliki badan yang lebih besar dan kuat.


Baca Juga :
- Atlet Bela Diri Campuran Indonesia dan Tradisi 17 Agustusan
- ONE Championship Siap Selenggarakan Turnamen eSports, Ini Gim yang Dipertandingkan!




Melalui teknik BJJ, seseorang dapat berpindah dari posisi kurang menguntungkan ke posisi yang lebih menguntungkan dan sebaliknya, ia dapat menahan lawan pada posisi yang tidak menguntungkan.

Aziz “The Krauser” Calim, atlet blasteran Indonesia-Filipina yang bertanding di bawah ONE Championship, berbagi tips BJJ bagi para pemula. Bagi dirinya, olahraga ini sangat menantang, apalagi dengan latar belakangnya sebagai petinju dan karateka.


Baca Juga :
- Dua Juara Dunia Berlaga di Filipina, Petarung Indonesia Juga Ada
- Taklukkan Petarung Cina, Papua Badboy Ini Harap Obati Duka Korban Gempa Maluku


“Pertama-tama, tentu saja semua hal tergantung dari kemauan. Kalo kita berlatih keras, tentu BJJ bukanlah hal yang rumit,” ujar Calim.

“Ada beberapa gerakan BJJ yang harus kita pelajari dan hafalkan. Kita tidak dapat bergerak atau memutar-mutar secara acak. Yang ada, posisi kita malah semakin tersudut,” tambahnya.

Calim menyarankan tiga teknik dasar yang dapat dipelajari sebagai awalan, yaitu twister, foot lock dan Kimura.

Twister adalah gerakan kuncian memutar yang mengarahkan kepala lawan ke salah satu sisi bahunya, sementara bagian bawah tubuh lain ke sisi sebaliknya.

“Memang tidak mudah, tapi semua dapat dipelajari dengan latihan rutin di gym,” tuturnya.

Sementara foot lock adalah gerakan untuk mengunci kaki lawan. Hal ini, menurut Calim, dapat menjadi opsi serangan apabila kaki lawan berada paling dekat dengan tubuh.

Kimura adalah gerakan mengunci kedua lengan lawan dengan memberi tekanan pada bagian bahu lawan. “Biasanya [jika terkunci teknik ini] lawan akan susah melepaskan diri. Kalau mereka tetap tidak menyerah, hal ini dapat berakhir fatal,” tutupnya. 

Calim memang lebih mahir dalam striking dan stand up fight, namun ajang ONE: ETERNAL GLORY di Jakarta minggu lalu membuktikan bahwa ia pun memiliki kemampuan yang cukup mumpuni untuk pertarungan bawah. Terbukti, Calim mengalahkan lawanya Adi Paryanto lewat kuncian rear-naked choke, salah satu teknik lain dalam BJJ, diatas kanvas.

Kemenangan tersebut membuat Calim menjadi salah satu atlet ONE yang memiliki prospek cerah dari Indonesia, mengingat usianya yang masih muda. Saat ini, pria yang lahir di Jeddah, Arab Saudi tersebut baru menginjak usia 21 tahun.

news
Penulis
Suryansyah
news