ONE CHAMPIONSHIP
Egi Rozten Incar Kemenangan Ketiga Beruntun
25 Januari 2019 20:05 WIB
berita
Egi Rozten tengah melonjak
JAKARTA - Akhir-akhir ini, tagar #10YearChallenge telah membanjiri media sosial sebagai refleksi pencapaian warganet dalam 10 tahun terakhir, tidak terkecuali beberapa atlet ONE Championship asal Indonesia.  

Mereka tidak tertinggal dalam memeriahkan tren ini, serta membagikan perbedaan dan pencapaian yang mereka alami dalam satu dekade terakhir.

Mewakili Indonesia di arena global tentu menjadi mimpi setiap warga dan mimpi itupun yang menjadi pendorong Egi Rozten untuk berada pada posisi dia saat ini.


Baca Juga :
- Kartini Inspirasi Dua Petarung Indonesia Ini
- “The Terminator” Sunoto Ditunggu di Istora Senayan



Karier pria yang besar di Karawang, Jawa Barat ini tengah melonjak. Sejak tampil perdana di One Championship awal tahun lalu, dirinya telah membukukan dua kemenangan dan satu kekalahan. Dua kemenangan tersebut dia raih dari dua pertandingan terakhirnya dan kini dia mengincar kemenangan ketiga beruntun saat tampil di ajang ONE: HERO’S ASCENT di Filipina menghadapi Himanshu Kaushik dari India.

“Ini impian yang menjadi nyata. Saya selalu ingin tampil di event besar dan sekarang saya mewakili Indonesia di ajang beladiri terbesar di Asia. Saya akan terfokus dengan apa yang saya tekuni,” ujar Egi, yang kerap mengisi kuliah di beberapa universitas di Jakarta sebagai dosen tamu.

Popularitas yang dia raih telah memberikanya banyak pengalaman baru. Dia pun kini menjadi coach tinju dan Muay Thai untuk berbagai kalangan, termasuk artis dan politisi, sesuatu yang tidak terbesit dibenaknya 10 tahun lalu.

“Sepuluh tahun saya baru memulai karier di dunia tinju amatir. Saya belajar tinju sejak masih SMA dan mulai terjun ke dunia tinju tahun 2006. Dari situlah saya mulai serius menekuni beladiri,” ujar pria yang kini menginjak usia 30 tahun. 


Baca Juga :
- Rudy "The Golden Boy" Agustian Siap Berlaga di ONE: FOR HONOR
- Harapan Petarung MMA Indonesia Terkait Pilpres Besok

Awalnya, Egi harus menyisihkan uang saku yang dia punya agar bisa berlatih tinju, karena kondisi keuangan keluarganya yang tidak begitu baik. Orang tua Egi berpisah sejak dia masih bayi.

“Saat ini, saya ingin meraih prestasi sebanyak-banyaknya di ONE Championship, sehingga sepuluh tahun yang akan datang saya dapat memberikan warisan bagi generasi muda yang teriinspirasi untuk terjun ke dunia beladiri profesional,” tutupnya.*

news
Penulis
Suryansyah