LIGA INTERNASIONAL
Mengisi Waktu Luang, Mourinho Ikuti Jejak Valentino “Jebreeet” Simanjuntak
11 Januari 2019 08:42 WIB
berita
Jose Mourinho akan bicara strategi semua klub yang akan dikomentarinya. -TopSkor.Id/Istimewa-
LONDON – Pada akhir Desember 2018, karier Jose Mourinho di Manchester United (MU) tamat. Penampilan tak konsisten, konflik internal, dan ketidakpercayaan pemain jadi alasan kuat manajemen memecat Mourinho. Penggantinya, Ole Gunnar Solskjaer yang sejauh ini masih disanjung karena menang terus.

Tawaran melatih sudah datang. Wajar, reputasi Mourinho tetaplah tinggi. Tak memengaruhi minat berbagai klub untuk memakai jasanya. Namun, tawaran yang datang dari SL Benfica ditolaknya. Alasannya, dia tak ingin buru-buru kembali melatih. Mau santai sejenak katanya.

Di saat waktunya yang masih luang, ada pihak lain yang mendekatinya. Bukan klub sepak bola tapi stasiun televisi olahraga, beIN SPORTS menawarinya menjadi komentator. Tawaran itu diterima Mourinho dan jadilah dia kini mengikuti jejak komentator sohor di Tanah Air, Valentino “Jebreeet” Simanjuntak.


Baca Juga :
- Real Madrid Kembali Bidik Striker Liverpool Ini, tapi Mane Terikat Kontrak Hingga 2023
- Tantangan untuk Messi, Juggling Pakai Bola Tenis, Bola Golf, dan Sepatu Bola



Tentunya, Mourinho tidak akan pakai kata ikonik lain macam, hajar, sikat, bunuh, gebuk, apalagi jebreeet. Pria berusia 55 tahun itu mungkin tak punya napas kuat untuk teriak-teriak seperti Valen. Nantinya, Mourinho akan menjadi komentator pakar di studio. Salah satu tugas pertamanya adalah mengulas pertandingan Arsenal lawan Chelsea.

Jadi, pada akhir pekan ini, Mourinho sudah terlihat di beIN SPORTS untuk memberikan pandangannya di pertandingan itu. Sebelumnya, Mourinho juga akan mengulas laga Qatar lawan Arab Saudi di ajang Piala Asia 2019. Jadi komentator bukan hal baru bagi Mourinho.


Baca Juga :
- Antonio Valencia Pergi, Bek Kanan Juventus Ini Pilihan Tepat untuk Solskjaer
- Penalti Tidak Sukses, Dua Jagoan MU Ini Adu Mulut tapi Dilerai Solskjaer


Di Piala Dunia 2018, dia jadi komentator tamu untuk stasiun televisi Rusia bernama RT. Akan sangat menarik mendengar pemaparan Mourinho yang sangat paham soal strategi dan karakte pemain. Bedanya, Mourinho tanpa teriakan jebreeet. Kalau siarannya dini hari bisa bikin ngantuk.*

 

D
Penulis
Dedhi Purnomo