news
LIGA CHAMPIONS
AC Milan Bantai Barcelona 4-0 Jadi Momen Terindah
05 January 2019 20:46 WIB
berita
Fabio Capello meraih gelar satu-satunya di Liga Champions pada 1993/94 bersama AC Milan. (Foto: UEFA.com)
MILAN - Fabio Capello menyebut kemenangan AC Milan atas Barcelona 4-0 pada final Liga Champions 1993/94 jadi momen terindah dalam kariernya. Maklum, itu merupakan satu-satunya trofi si Kuping Lebar yang berhasil diraihnya.

Yang menarik, Milan melaju ke final bukan dengan status unggulan. Saat itu, Barcelona yang ditangani Johan Cruyff sedang menampilkan permainan atraktif.




Baca Juga :
- Benamkan Torino, Ante Rebic Antar AC Milan Naik Peringkat
- Messi Sudah Senja, Begini Penilaian Legendaris Barcelona




Apalagi, Milan tidak bisa diperkuat andalannya seperti Marco van Basten, Franco Baresi, dan Alessandro Costacurta. Namun, dalam duel yang berlangsung di Olympic Stadium, Athena, 18 Mei 1994 itu, I Rossoneri menggulung Barcelona dengan empat gol tanpa balas.

"Saya berterima kasih kepada semua tim yang pernah saya tangani. AS Roma, Juventus, AC Milan, Real Madrid, Inggris, dan Rusia," kata Capello usai menerima penghargaan Globe Soccer Award 2018 di Dubai (4/1).


Baca Juga :
- Begini Bocoran Jersey Tandang Barcelona Musim 2020-21
- Bertemu Fans Asal Cina, Buffon Bercanda Soal Virus Corona, Namun Justru Jadi Kontroversi


"Saya memiliki karier yang sangat panjang. Mulai jadi pemain hingga berakhir sebagai pelatih. Terima kasih kepada para pemain dan presiden klub yang memiliki kepercayaan pada saya."

Pernyataan pria 72 tahun ini beralasan. Sepanjang kariernya, Capello memang bergelimang gelar.

Nyaris setiap tim yang ditangani berhasil diberi trofi. Namun, Capello tidak pernah melupakan momen melatih Milan pada dua periode yang berlangsung 1991-1996 dan 1997-1998.

"Momen paling indah dalam karier saya ketika mengalahkan Barcelona 4-0 di final Liga Champions 1993/94. Semua jurnalis menilai kami tidak akan mampu melakukannya. Faktanya, Milan menang 4-0," Capello, menambahkan.

"Jika Anda memiliki pemain hebat, Anda bisa mengalahkan siapa pun. (Sebab) mentalitas merupakan hal yang penting dalam pertandingan."

Liga Champions 1993/94 merupakan gelar kelima Milan setelah 1962/63, 1968/69, 1988/89, dan 1989/90. I Rossoneri baru menambahnya lagi di bawah kepelatihan Carlo Ancelotti pada 2002/03 dan 2006/07.***

loading...
news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
news
news