UMUM
Curhat Pelatih Thailand Usai Kalah dari Malaysia
06 Desember 2018 03:22 WIB
berita
Milovan Rajevac - Foto/Istimewa
BANGKOK - Pelatih kepala Timnas Thailand, Milojan Rajevac, mengaku Malaysia layak menjadi pemenang di semifinal Piala AFF 2018. Itu setelah Malaysia mampu menahan imbang Thailand di Bangkok, Rabu kemarin malam, skor 2-2.

Pelatih asal Serbia itu kecewa karena timnya gagal meningkatkan performa secara signifikan. Setelah bermain imbang 0-0 di semifinal leg pertama di Kuala Lumpur, Thailand harus mengalami kehancuran karena imbang 2-2 di Bangkok. Malaysia ke final dengan keunggulan gol tandang.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Febri dan Jupe, Mengangkat Persib di Timnas Indonesia
- PSSI Tegaskan Marc Klok Bukan Bagian dari Timnas Senior




"Tentu saja, saya tidak puas karena kami tidak lolos ke final. Tapi itu adalah pengalaman berharga buat pemain. Saya ingin mengucapkan selamat buat Malaysia. Mereka layak bermain di final," katanya.

"Dalam dua pertandingan semifinal, Malaysia jelas menunjukkan tekad dan agresivitas lebih tinggi. Mereka sangat ingin mencapai final."


Baca Juga :
- Bek Lawas Timnas, Kisah "Mati Muda", Ahli IT, yang Kini Melatih Timnas
- Marcello Lippi Latih Timnas Cina Lagi, Tugas Pertama Uji Coba Lawan Filipina


Pikiran Rajevac lantas kembali ke Piala Dunia 2010, saat Thailand mendapatkan penalti di menit ke-90+6. Di Afrika Selatan delapan tahun lalu, Ghana diberi penalti di menit terakhir untuk memberi peluang ke semifinal.

Dalam kesempatan itu Asamoah Gyan menyia-nyiakan peluang dengan tembakan penalti ke gawang Uruguay. Tapi saat Asamoah Gyan gagal, dan pertandingan berlanjut dengan perpanjangan waktu dan adu penalti. Ghana pun tersingkir.

Kali ini yang menjadi pesakitan adalah Adisak Kraisorn. Dia mengambil penalti tapi tembakannya melayang menembus awan. Thailand gagal ke final Piala AFF 2018.

"Kami dapat penalti dan tidak mengubahnya menjadi gol. Jadi kami sedikit sial pada akhirnya," ucapnya.

"Saya berpikir untuk mengubah penendang penalti dengan pemain yang lebih segar. Tapi kami sudah punya kesepakatan sebelumnya, kalau ada penalti, Adisak yang mengambil."

"Sial baginya, dia ingin mencetak gol tentu saja, tapi gagal. Namun kami tetap memberi dukungan buat dia."

Setelah gagal di Piala AFF ini, Milovan Rajevac langsung memfokuskan timnya untuk persiapan Piala Asia 2020 pada Januari mendatang.

"Kami harus bersiap sesegera mungkin dan berkonsentrasi di Piala Asia 2020. Saya aan mengambil pemain tambahan yang di Piala AFF ini tidak bisa turun. Kami fokus ke Piala Asia," ujarnya.

"Tapi sebentar saya akan beri pemain libur, setelah melewati musim yang panjang dan turun di Piala AFF ini. Mereka perlu menyegarkan diri secara fisik dan mental, sebelum turnamen terbesar di Asia," tuturnya.*Ari DP

news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
news