UMUM
Muchdi Pr. Terpilih sebagai Ketua PGI Sah
05 Desember 2018 23:42 WIB
berita
Muchdi Purwoprandjono dalam menyampaikan program empat tahun ke depan sebagai Ketua Umum Persatuan Golf Indonesia. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)
CIMANGGIS  - Muchdi Purwoprandjono terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Golf Indonesia (PGI). Pemilihan ini berdasarkan hasil Musyawarah Nasional yang berlangsung pada 29 November lalu di Surabaya. Munas yang diikuti lebih dari 150 peserta dari Pengprov serta klub-klub golf ini secara aklamasi memilih Muchdi Pr. sebagai ketua umum organisasi golf amatir nasional (PGI).

“Saya siap mengemban amanah ini. Saya akan berusaha dengan menyiapkan fungsi pembinaan agar bisa berprestasi. Termasuk, yang terdekat pada SEA Games 2019 di Filipina, untuk selanjutnya ke tingkat Asia dan dunia,” jelas Muchdi dalam Press Conference yang digelar hari ini di Emeralda Golf Club.  Muchdi Pr adalah seorang purnawirawan perwira tinggi militer Indonesia dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal menjadi ketua umum yang sah berdasarkan legal formal Munas. 

Sebelumnya, Muchdi yang dicalonkan dalam Munas versi kepengurusan PGI Murdaya Po melakukan aksi walk out dari ruang Munas, yang diikuti sebagian peserta. Mereka menganggap kepengurusan Murdaya sudah habis masa waktunya. Dengan demikian, panitia penyelenggara Munas bentukan kepengurusan Murdaya dianggap tidak sah. 


Baca Juga :
- Lebih Dekat dengan Percha Leanpuri: Calon Ketua PBI 2018-2022
- Prihatin dengan Prestasi Golf Indonesia, Alasan Muhdi PR Inisiatif Jadi Ketua PB PGI



Karena itu, para peserta Munas yang walk out melakukan munas yang sah secara legal formal dan memilih Muchdi sebagai ketua. 

Kepengurusan Murdaya Po hasil Munas 2014 sebenarnya habis pada 23 Mei 2018 lalu. Karena ada acara multi-event Asian Games 2018, KONI pun mengeluarkan imbauan kepada PB cabor-cabor yang dipertandingkan agar menunda kegiatan munas hingga tiga bulan setelah event berakhir pada 2 September.

Imbauan ini dijalankan PGI kepengurusan Murdaya Po. Namun, ini tidak dilakukan dalam mekanisme organisasi dengan mengadakan Munaslub yang beragendakan perpanjangan masa berlaku kepengurusan PB kepada seluruh anggotanya. PGI Murdaya Po tetap memperpanjang masa kepengurusan selama tiga bulan hingga digelarnya Munas pada 29 November.

“Padahal, menurut AD-ART PGI, kepengurusan itu tidak ada perpanjangan waktu. Kalaupun mau ada perpanjangan, adakan rapat pleno yang mengundang anggota-anggota PGI. Tapi ini tidak terjadi,” jelas Abd.Rahim Hasibuan, ketua tim hukum PGI Muchdi PR. “Kalau ini tidak dilakukan, kepengurusan mereka masih sah tidak? Menurut kami, mereka sudah kedaluarsa. Dengan demikian, mereka tidak boleh melakukan apa pun. membentuk panitia (untuk Munas) pun sudah tidak boleh, apalagi sampai melaksanakan Munas.”

Legal formal ini kemudian dipermasalahkan sebagian peserta munas sebelum terjadi walk out. Namun, pertanyaan-pertanyaan dan saran mereka tidak digubris ketua penyelenggara Munas yang dinilai memiliki kecenderungan untuk memihak pada mantan ketua Murdaya Po sehingga mendorong Muchdi dan kawan-kawan walk out karena menganggap munas ini tidak sah. 

Kepengurusan Murdaya menganggap surat KONI memiliki landasan yang mengesahkan kepengurusan mereka. “Di dalam AD-ART tidak ada kewenangan KONI yang berkaitan dengan kepengurusan PB. Saya bolak-balik bacanya, tidak ada itu,” tambah Rahim.


Baca Juga :
- Hadapi SEA Games 2019, Ini yang Dilakukan e-Sport Indonesia
- Kejar Poin Olimpiade, Tim Karate Ikuti WKF di Shanghai


Karena itu, para peserta yang walk out membuat Munas sendiri yang memberikan kewenangan penuh kepada anggota-anggota munas untuk memilih ketua PGI. “Kami mengembalikan fungsi Munas yang sesungguhnya. Munas itu adalah lembaga tertinggi untuk pengambilan keputusan, bukan ketua Munas,” kata Rahim.

Hal ini mendasari klaim Munas bahwa Muchdi Pr. merupakan Ketua Umum PGI yang sah karena sesuai dengan legal formal-nya.

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87