ASIAN PARA GAMES 2018
Ammar Hadi Ali, Korban Keganasan Perang Irak-Iran
11 Oktober 2018 17:43 WIB
berita
Ammar Hadi Ali tak membayangkan tampil di Asian Para Games.
JAKARTA - Ammar Hadi Ali tak membayangkan tampil di Asian Para Games. Dia menjadi atlet Wheelchair Fencing akibat perang Iran-Irak berkecamuk di negerinya.

Ya, Ali-sapaan akrabnya- adalah salah satu korban dari keganasan perang dua negara tetangga itu. Ia menjadi korban serpihan bom yang kemudian melumpuhkan pinggang dan kakinya. Ali pun tak sanggup berjalan menggunakan dua kakinya lagi.


Baca Juga :
- Siwo Golden Award 2019 Undang 27 Pejabat Negara
- Boikot Israel, Malaysia Gagal Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Renang Paralimpiade 2019




“Kejadiannya di 2007, ketika saya sedang bekerja di memasang atap rumah. Tiba-tiba, bom meledak tak jauh dari tempat saya berdiri. Akhirnya, saya harus mengalami hal ini,” ungkap atlet yang kini berusia 33 tahun itu mengawali cerita.

Peristiwa itu membuatnya sempat frustrasi. Masa depannya terbayang suram.  Namun, beruntung beberapa teman dan keluarganya terus memotivasinya agar tidak cepat putus asa.


Baca Juga :
- Apresiasi Atlet AG-APG 2018, Kemenpora Luncurkan Buku dan Gelar Pameran Foto
- Pameran Foto Pahlawan Olahraga 2018 Sebagai Apresiasi untuk Atlet Indonesia


 “Apalagi ketika itu saya sedang rajin-rajin mengumpulkan uang untuk menikah. Tapi, setelah kejadian itu saya tidak bisa bekerja lagi,” kenangnya.

Namun, rupanya Tuhan berkehendak lain, Ali mengambil hikmah dari kejadian yang dialaminya itu, setelah ada perwakilan dari National Paralympic Comitte (NPC) Irak menawarkannya untuk menjadi atlet Wheelchair Fencing (Anggar Kursi Roda).

“Tepatnya di 2009 saya mulai dikenalkan dengan olahraga ini. Padahal semula saya tak pernah kenal dengan olahraga ini,” kata peraih emas nomor EP kategori B di Asian Para Games Guangzhou, China 2010 itu.

Sejak saat itu, semangat hidup Ali mulai bangkit dan ia terus menekuni olahraga ini yang akhirnya mengubah jalan hidupnya. “Berkat olahraga ini juga saya bisa berkeliling ke negara lainnya untuk mengikuti kejuaraan ini,” kata Ayah dari dua orang putra itu.

Di ajang Asian Para Games 2018 Indonesia, Ali merupakan salah satu atlet tangguh yang patut diwaspadai oleh lawan-lawannya, terutama para atlet China. 

“Atlet China merupakan saingan terberat saya. Mereka sukar untuk dikalahkan,” ungkap atlet yang juga pernah meraih perak di Asian Para Games 204 Incheon, Korea, di nomor Floret itu.

Kini, selain fokus menjadi berlatih, Ali juga seorang wiraswastawan dengan memiliki workshop pintu dan jendela  sendiri di rumahnya. 

“Alhamdullilah, Allah memang berkehendak lain, ternyata masa depan saya tidak sesuram yang pernah saya bayangkan sebelumnya setelah peristiwa yang saya alami,” ujar Ali yang kini telah mengantongi medali perak di nomor EP dan perunggu di nomor Foil pada Asian Para Games 2018 Indonesia ini.*

news
Penulis
Suryansyah
news