ASIAN PARA GAMES 2018
Papua Bisa Jadi Tuan Rumah SEA Games
26 December 2018 21:57 WIB
berita
Foto bersama peserta Seminar dan Lokakarya Ilmiah Pendidikan Olahraga Indonesia di Bellezza Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (26/12).
JAKARTA – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 tinggal menghitung bulan. Tepatnya, pesta olahraga antarprovinsi di Tanah Air ini berlangsung pada 9 September 2020.

Alias, 622 hari dari sekarang. Sebagai tuan rumah, Provinsi Papua sudah bersolek.


Baca Juga :
- Demi 2 Emas SEA Games, Indonesia Menyerap Teknik dan Strategi Korsel
- Pra-PON Voli Rampung, PON 2020 Diklaim Lebih Seru




Bumi Cendrawasih sudah siap untuk menyambut ribuan kontingen dari Tanah Air. Itu terlihat dari berbagai venue dan sarana serta prasarana yang dibangun atau direnovasi di Papua.

Mayoritas dari venue tersebut sudah memiliki standardisasi nasional. Namun, tidak tertutup kemungkinan untuk ditingkatkan lagi pada level internasional.


Baca Juga :
- Lolos PON 2020, Tim Voli DKI Penuhi Target
- Ketua KONI DKI Minta Tim Voli Lolos Pra-PON Papua


Fakta tersebut diungkapkan Direktur Politeknik Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Heru Bramoro. Papua jadi provinsi di timur Indonesia kedua yang jadi tuan rumah PON setelah Makassar pada 1957 silam.

“Bagi provinsi yang sudah pernah jadi tuan rumah PON, kami harap bisa terus mengembangkan sports venue yang ada. Ditingkatkan untuk berstandar internasional,” kata Heru mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi saat membuka Seminar dan Lokakarya Ilmiah Pendidikan Olahraga Indonesia di Bellezza Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (26/12).

“Khusus untuk Provinsi Papua yang akan jadi tuan rumah PON 2020, kami berharap jangan membangun sports venue hanya untuk level kejuaraan nasional saja. Melainkan juga harus bisa digunakan untuk berbagai event pada kejuaraan internasional. Sebab, tidak tertutup kemungkinan Papua akan dipercaya jadi tuan rumah SEA Games di masa mendatang.”

Dalam kesempatan itu, Heru mengakui, pembangunan sports venue dengan standardisasi internasional tentu membutuhkan investasi yang sangat besar. Misalnya, Jakarta dan Palembang yang sukses menggelar Asian Games 2018.

Namun, Ketua Pelaksana Seminar dan Lokakarya Rancang Bangun Kelembagaan Pendidikan tersebut optimistis. Sebab, meski event selesai, venue tersebut masih bisa digunakan untuk kegiatan lain.

“Nah, pemanfaatan sports venue ketika multievent atau single event selesai, dapat digunakan selanjutnya. Misalnya, untuk pemusatan latihan serta tempat uji coba bagi atlet,” Heru, menambahkan.

“Berbicara tentang keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah serta sukses prestasi di Asian Games 2018, tentu ‘memaksa’ kita harus terus belajar dan berlatih. Itu jika ingin terus eksis jadi raksasa baru di Asia Itu yang harus kita tekankan untuk bisa berlanju.t”

Pernyataan dari pria kelahiran Biak itu beralasan. Sebelum PON 2020, sudah ada dua multievent yang harus diikuti wakil Indonesia.

Dimulai pada SEA Games 2019 di Filipina dan Olimpiade 2020 Tokyo. Tentu, Indonesia wajib melanjutkan kesuksesan sebagai tuan rumah pada Asian Games 2018 dengan tanding di negeri orang.***

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
news