ASIAN GAMES 2018
Asian Games 2018: Kredibilitas Terbesar Sepanjang Sejarah
03 September 2018 09:16 WIB
berita
Upacara penutupan yang spektakuler/INASGOC
JAKARTA - Hujan deras jelang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, Minggu 2/9) menjadi tangis perpisahan. Ribuan atlet dari daratan Asia seakan enggan kembali ke negaranya. Mereka telah menjadi saksi sejarah pesta olahraga terbesar itu.

Sun Yang, Jordan Clarkson dan atlet dunia lainnya membantu Indonesia menggelar panggung olahraga terbesar yang pernah ada. Nama-nama besar itu menunjukkan cinta sejati dalam Asian Games 2018 Jakarta-Palembang yang berakhir Minggu (2/9).

Perenang Cina Sun Yang menunjukkan pada beberapa kesempatan bahwa dia peduli tentang Asian Games. Yang pertama ketika dia mengulangi upacara pengalungan medali emas untuk gaya bebas pria 200 meter setelah bendera tiba-tiba runtuh ke lantai saat lagu kebangsaan Cina dimainkan.


Baca Juga :
- Ini 12 Negara yang Lolos ke Piala Asia Futsal U-20 2019 di Iran, Indonesia Masuk
- Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Piala Asia U-20 2019



Belakangan minggu itu, dia menjawab panggilan untuk berenang dalam estafet gaya bebas 4x100m putra - lomba yang tidak sesuai dengan jadwalnya - meskipun menerima perawatan di bagian punggungnya yang merepotkan hingga jam 2 malam sebelumnya.

Dan kemudian ada pelukan penuh air mata dengan seorang reporter setelah dia memenangkan gaya bebas 1.500m putra untuk medali emas keempatnya di Jakarta.

Atlet berdarah Filipina-Amerika Jordan Clarkson juga menunjukkan dia peduli. Bintang Cleveland Cavaliers memohon kepada NBA agar dirinya diizinkan mewakili Filipina di kompetisi bola basket Asian Games.

Dia mencetak 20 poin lebih di setiap pertandingan yang dimainkannya di Jakarta. Ketika kekalahan dari Korea Selatan di perempat final, dia menunjukkan kekesalannya beberapa kali karena timnya gagal memanfaatkan peluang.

Sprinter Cina, Su Bingtian pun tak ketinggalan. Pemain sepak bola Tottenham Hotspur, Son Heung-min, dari Korea Selatan, juga ambil bagian. Sensasi pebulutangkis Jepang, Kento Momota, Joseph Schooling (Singapura), Ratu Squash Malaysia, Nicol David, pemain bola voli wanita Cina, Zhu Ting dan tentu saja, bintang bersepeda Hong Kong, Sarah Lee Wai-sze - mereka semua bergairah sepanjang pesta empat tahunan itu. 

Dan itu karena nama-nama besar - bersama dengan 10.000 atlet dari 45 negara dan wilayah dengan kisah-kisah pengorbanan dan air mata yang kita mungkin tidak pernah tahu - peduli bahwa Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang memiliki kredibilitas terbesar sepanjang sejarah.

Bersama tuan rumah Indonesia mengadakan pertunjukan kelas dunia. Ya, ada beberapa masalah logistik dan komunikasi, tapi tidak ada yang tidak Anda temukan di Olimpiade atau event besar apa pun - Asian Games telah benar-benar muncul sebagai acara multisport terbesar kedua di dunia. Tidak hanya dalam hal jumlah peserta, tetapi juga kualitas atlet dan kemampuan organisasi.

Asian Games membutuhkan bintang-bintang kelas dunia untuk peduli. Mereka semua keluar memamerkan aksinya dalam jumlah yang belum pernah terlihat sebelumnya. Mereka membantu memperkuat integritas dan status ekstravaganza Jakarta.

Dari sudut pandang olahraga, Asian Games adalah arena yang layak untuk bintang-bintang top dari Cina, Jepang dan Korea Selatan dan negara-negara lain untuk menguji satu sama lain menjelang Olimpiade yang akan berlangsung dua tahun lagi.

Untuk atlet seperti Sun, Asian Games di Jakarta lebih dari persiapan untuk Tokyo 2020. Dia merasa dia memiliki misi yang belum selesai, seperti memenangkan 800m gaya bebas, 1.500m, 200m dan 400m yang telah memberinya koleksi medali emas ke-9 dalam sepanjang kariernya. Prestasi itu bisa membuatnya dibebaskan dari wajib militer dua tahun di militer Korea Selatan.

Setiap atlet kelas dunia yang ikut serta dalam Olimpiade memiliki alasan sendiri ingin sukses. Jika itu tidak cukup menggembirakan, maka upacara pembukaan yang mengejutkan dan mengilhami pada 18 Agustus di Jakarta akan meningkatkan tekad mereka dan meyakinkan mereka bahwa mereka akan tampil di tempat khusus.


Baca Juga :
- Timnas Futsal Indonesia U-20 Libas Malaysia
- Taklukkan Cina, Timnas Pelajar U-15 Indonesia ke Final IFC 2018


Dari latar belakang gunung dan air terjun raksasa, gambar-sempurna yang dipasang di dalam Gelora Bung Karno Stadium ke pintu masuk dramatis oleh Presiden Indonesia Jokowi - via stuntman Thailand dengan sepeda motor - Jakarta mengangkat fenomena baru dalam dunia olahraga.

Tokyo 2020 dan Hangzhou 2022, dituntut untuk lebih kreatif dan artistik jika mereka ingin mengalahkan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.* 

news
Penulis
Suryansyah