UMUM
Presiden Amerika Kembali Ancam Pemain NFL yang Berlutut Saat Lagu Kebangsaan Dikumandangkan
10 Agustus 2018 21:30 WIB
berita
Kenny Stills (nomor punggung 10) dan beberapa penggawa Miami Dolphins berlutut saat lagu kebangsaan Amerika dikumandangkan / Foto: istimewa
WASHINGTON - Pada pertengahan bulan Juli lalu, Presiden Amerika, Donald Trump, mendesak panitia National Football League (NFL) agar memberikan sanksi keras bagi para pemainnya yang berlutut saat lagu kebangsaan dikumandangkan.

NFL merupakan kompetisi American Football. Olahraga bola lonjong ini menjadi salah satu olahraga yang paling digemari masyarakat negeri Paman Sam, selain basket, hockey es dan baseball.

Di setiap pertandingan NFL, baik itu pertandingan pramusim atau musim reguler, lagu kebangsaan Amerika selalu dikumandangkan jelang kick off. Presiden Trump ingin para pemain menghormati lagu kebangsaan, dengan berdiri dan meletakan tangan mereka di dada.


Baca Juga :
- Untung Atau Rugi? New York Giants Lepas Odell Beckham, Ini yang Didapat
- Super Bowl Versi 'Hemat', Skor Rams vs Patriots Terkecil dalam Sejarah NFL



Pada Kamis (9/8) kemarin, beberapa tim NFL seperti Philadelphia Eagles, San Francisco 49ers dan Miami Dolphins menggelar pertandingan pramusim. Saat lagu kebangsaan dikumandangkan, Kenny Stills dan Albert Wilson dari Dolphins memilih untuk berlutut saat lagu kebangsaan diputar.

Sontak, perilaku dua penggawa Dolphins ini langsung membuat Trump marah. Kemarahan Trump tersebut terlihat dari cuitan bernada mengancam sang presiden.

"Cari cara lain jika anda ingin protes. Berdiri dengan bangga untuk lagu kebangsaan anda, atau anda tidak akan digaji," cuit Trump di laman Twitter pribadinya.


Baca Juga :
- Statistik-statistik Menarik di Ajang Super Bowl LIII
- Kekalahan Ini Terasa Seperti Kematian


"Pertandingan football merupakan sebuah pertandingan yang harus dinikmati oleh para fan yang membayar mahal tiket. Pertandingan itu bukan tempat untuk protes," tambahnya.

Berlutut saat lagu kebangsaan dikumandangkan adalah bentuk protes dari para pemain NFL yang mayoritas berkulit hitam atau masyarakat Afrika-Amerika, yang sangat tidak setuju dengan perlakuan keras aparat kepolisian di negeri Paman Sam kepada para masyarakat yang berkulit hitam atau keturunan Afrika. ***

M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah