ASIAN GAMES 2018
Wow... Jet Ski Indonesia Bangun Venue Termegah di Dunia
10 Agustus 2018 20:41 WIB
berita
Saiful 'Fully' Sutan Aswar, Ketua Umum IJBA (tengah)
JAKARTA - Diam-diam Indonesia Je-Sport Boating Asociation (IJBA) membuat kejutan. Federasi Jet Ski Indonesia itu membangun venue bertaraf internasional. Bahkan yang pertama termegah di dunia. 

Bangunan seluas 2 hektar itu berdiri di bibir pantai Ancol, Jakarta Utara. Semua kebutuhan atau fasilitas atlet ada di venue yang dibangun sejak Januari 2018 itu. Sirkuitnya juga dibuat permanen. Dan ini yang pertama di dunia. 

"Ini fantastis. Dalam 6 bulan venue sudah berdiri. Ini yang terbesar dan pertama di dunia. Delegasi Jet Ski dari Cina, Malaysia dan Thailand sudah meninjau dan mereka terkejut. Mereka menyatakan venue ini akan dijadikan contoh," kata Saiful 'Fully' Sutan Aswar, Ketua Umum IJBA. 


Baca Juga :
- Timnas Indonesia Bisa Condong Bertahan Saat Melawan Thailand
- Gelar Latihan di Bangkok, Begini Kondisi Terbaru Timnas Indonesia



Venue ini akan digunakan pada Asian Games 2018 untuk cabang olahraga jet ski yang digelar 23-27 Agustus nanti. Cabang ini memperebutkan empat medali emas. Indonesia berpeluang mendulang dua emas.

Fully menilai venue tersebut merupakan yang termegah, bukan hanya di Asia melainkan dunia. 
"Venue ini terbaik nomor satu didunia. Saya bikin sistem ini dan dunia tidak ada yang punya. Jadi karena kami sudah bangun ini, kami ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa kita punya ini dan punya sistem," ujarnya. 

Fully yakin kedepan keberadaan sarana itu berdampak baik bagi racer Indonesia. Dia pun berencana akan mengembangkan Jet Ski Akademi. Dimana akan ada program-program pembinaan. 

"Bukan hanya untuk mendulang prestasi, kami juga akan mengolah jet ski sebagai sport industry dan Sport tourism. Sponsor pun akan bisa kami gandeng," paparnya yang mengaku lebih leluasa untuk melakukan program regenerasi. 

Fully pun menggelar kejuaraan internasional. Tapi, perlu sinergitas antara IJBA dengan pemerintah, khususnya mengenai biaya pajak masuk yang dibebankan kepada peserta luar.
 
"Bisa saja (tuan rumah Grand Prix -red). Cuma yang masalah di Indonesia ini kesiapan kita untuk menyiapkan kebutuhan racer. Contoh, mereka datang sebulan sebelumnya. Mereka perlu sparepart dan kita harus siap untuk itu," ungkapnya.


Baca Juga :
- Jelang Lawan Timnas Indonesia, Thailand Kehilangan Bek Tangguh
- Dramatis! Jonatan Christie Pulangkan Anthony Ginting


Belum lagi bicara soal pajak (tax) masuk. Menurutnya sistemnya harus diubah dan dimudahkan. Dikatakan biaya masuk jetski itu tinggi dan harus dihilangkan. Dia mencontohkan Thailand yang nihilkan pajak untuk jet ski.*
 

 

news
Penulis
Suryansyah