news
ASIAN GAMES 2018
Jepang Saingan Terberat Indonesia di Cabor Triathlon Asian Games 2018
08 August 2018 22:31 WIB
berita
Danau Jakabaring akan digunakan untuk Triathlon Asian Games 2018 / foto Agustian
PALEMBANG - Triathlon menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games XVIII 2018, dan akan digelar di kompleks Jakabaring Sport City Palembang.

Timnas Triathlon Indonesia sendiri tidak memiliki target muluk-muluk dalam laga ini dan menilai Negara Jepang menjadi saingan terberat.




Baca Juga :
- Dua Pemain Timnas U-22 Indonesia Sudah Bergabung dalam Latihan Persebaya
- Ditarik Juara Liga Malaysia, Eks Pelatih Fisik Timnas U-19 Tidak Sulit Beradaptasi di Kota Sabah




Demikian diungkapkan Presiden Triathlon Indonesia, Mark Sungkar. Ia mengatakan, dengan persiapan yang tidak mendapatkan dukungan maksimal dari pemerintah. Lalu  biaya sendiri selama dua tahun terakhir bersiap jelang Asian Games XVIII, Mark hanya berharap tim Indonesia masuk 10 besar.

"Kami bersiap dengan pas-pasan, masih bisa ikut saja sudah bagus. Target kami kalau bisa masuk 10 besar di mixed team relay, untuk nomor lain standard distance putra dan putri terlalu berat," kata Mark, Rabu (8/8).


Baca Juga :
- Hadapi PSS, PSM Siap Menutup Laga Terakhir dengan Pesta
- Shin Tae-yong Ungkap Isi Pertemuan dengan Shenzhen FC


Mark mengaku, timnya masih terus menempa diri jelang Asian Games, salah satunya melakukan ujicoba di Situbondo. Kurang dari dua pekan lagi Asian Games dimulai, Mark menekankan kepada para atlet soal mental.

"Kami menekankan dan menstimulasi mereka dengan mental, bahwa selama ini Triathlon diabaikan. Sehingga harus kami buktikan bahwa Federasi Triathlon Indonesia bukan ecek-ecek, dan telah lahir sejak 2005 dan masuk Indonesia sejak 1995," jelas dia menegaskan.

Target 10 besar tersebut sudah dinilai realistis, mengingat beberapa Negara peserta memiliki persiapan dan pembinaan lebih baik dibandingkan Indonesia.

"Pesaing terberat adalah Jepang, lalu disusul Cina, Korea tapi bisa jadi Negara lain memberikan kejutan seperti Uzbekistan dan lainnya," ujarnya.

Mark menjelaskan, alasan Jepang menjadi saingat terberat, karena kepedulian pemerintah di Jepang terhadap cabor Triathlon sangat tinggi, pembinaan sudah berjalan dan perhatian sangat baik. Karena Jepang melihat Triathlon merupakan cabor potensial untuk mendatangkan devisa Negara salah satunya lewat wisata.

"Contoh saja di event Triathlon di Hamburg, ada 16 ribu peserta yang ikut, dan 600 ribu penonton yang datang. Semua mereka ini butuh hotel, makan dan lainnya, sehingga otomatis menggerakkan perekonomian daerah," tuturnya.

Begitu juga dengan Korea, saat digelar event Triathlon 2017 di Palembang, perhatian pemerintahnya luar biasa, Korea membawa koki dan bahan makanan sendiri, dan bahkan saat tidak cocok dengan penginapan yang disediakan, Korea menyewa rumah sendiri.

"Jadi, untuk mendapatkan prestasi lebih baik dari target 10 besar, butuh dukungan all out semua pihak dan tindakan yang konkrit. Karena tidak mungkin  hanya saja tanpa keseriusan dan fokus," ujar Mark.

Seperti diketahui, Jepang menjadi saingan terberat tuan rumah Indonesia, bisa dilihat dari hasil event Asian Triathlon Championship (ASTC) 2017 di Jakabaring Palembang yang lalu,   Jepang   berhasil menjadi juara umum. Sementara Indonesia harus gagal di kelas elite tersebut dan hanya beruntung di kategori age grup start, yang mampu mengoleksi perolehan tiga medali emas, dua medali perak dan dan  medali perunggu.***

loading...
news
Penulis
Agustian Pratama
Social Media Twitter/Facebook/Instagram/Youtube just search = Agoes TopSkor
news
news