PIALA DUNIA
Pelatih Islandia Mundur, Fokus Jadi Dokter Gigi
18 July 2018 10:28 WIB
berita
Heimir Hallgrimsson meninggalkan kursi pelatih Islandia.
REYKJAVIK - Heimir Hallgrimsson meninggalkan kursi pelatih Islandia. Pria 51 tahun itu akan fokus sebagai dokter gigi.

"Saya merasa nyaman dan bersyukur karena telah menjadi bagian dari semangat tim yang kuat ini bahwa kelompok ini pertama-tama dan terutama dipertahankan," kata Hallgrimsson dalam sebuah pernyataan.




Baca Juga :
- Komentar Pelatih Timnas UEA Setelah Dipermalukan Thailand
- Pelatih Ungkap Resep Timnas Thailand Kalahkan UEA




Asosiasi Sepak Bola Islandia, KSI, yang memberikan konfirmasi perihal mundurnya Hallgrimsson pada Selasa (17/7/2018). Padahal ia sukses mengantar Islandia kali pertama di Piala Dunia. 

Hallgrimsson mengajukan diri untuk mundur setelah tujuh tahun mengabdi bagi negaranya. Padahal, pria yang juga berprofesi sebagai dokter gigi tersebut telah membuat sejarah dalam ajang Piala Eropa dan Piala Dunia.


Baca Juga :
- Komentar Kapten Timnas Vietnam Usai Mempermalukan Indonesia
- Komentar Pelatih Timnas Vietnam Usai Menang Atas Indonesia


“Asosiasi Sepak Bola Islandia mengonfirmasi bahwa Heimir Hallgrimsson tidak akan melanjutkan pekerjaannya sebagai pelatih kepala timnas Islandia. Hallgrimsson mundur dengan keputusannya sendiri setelah tujuh tahun menjabat sejak 2011,” demikian bunyi pernyataan KSI.

Hallgrimsson mengawali kariernya sebagai pelatih ketika menjadi asisten pelatih Lars Lagerback pada tahun 2011. Tiga tahun kemudian, pelatih 51 tahun ini diangkat menjadi pelatih tetap.

Kejutan pertama yang dihadirkan Hallgrimsson saat membawa Islandia lolos ke babak perempat final Piala Eropa 2016. Tiket itu mereka peroleh setelah di luar dugaan menang 2-1 atas Inggris pada babak 16 besar.

Hallgrimsson kembali menorehkan sejarah karena membawa Islandia melewati babak kualifikasi Piala Dunia 2018 dan terbang ke Rusia. Ini untuk kali pertama Islandia tampil dalam putaran final Piala Dunia.

Sayang, langkah Islandia dalam pesta sepak bola paling akbar ini terhenti pada penyisihan grup. Sempat menahan imbang Argentina pada laga pembuka, Islandia gagal melanjutkan langkahnya ke babak 16 besar karena tiket itu menjadi milik Kroasia selaku juara grup dan Argentina (runner-up).

"Keberhasilan dan kinerja telah menciptakan rasa hormat untuk sepakbola Islandia," tuturnya.

Ketua KSI Gudni Bergsson mengakui itu adalah pukulan kehilangan Hallgrimsson.

"Kami memiliki harapan besar bahwa Heimir akan terus berlanjut, tetapi kesimpulannya adalah Heimir meninggalkan tim atas permintaannya sendiri," kata Bergsson.*

news
Penulis
Suryansyah