PIALA DUNIA
Timnas Kroasia Disambut Bak Pahlawan, Ivan Rakitic Ciuman di Panggung
17 July 2018 11:26 WIB
berita
Ivan Rakitic menggendong istrinya ke panggung
ZAGREB - Runner-up Piala Dunia 2018 Kroasia telah kembali ke rumah. Luka Modric dan kawan-kawan disambut bak pahlawan. 

Bana Jelacica Square di Zagreb, jadi lautan manusia, Senin (17/7). Ribuan orang memenuhi alun-alun. Meski Kroasia kalah 2-4 dari Prancis di final Piala Dunia, mereka tetap mendapat apreasiasi luar biasa.




Baca Juga :
- Lama Tak Memperkuat Kroasia, Ivan Rakitic Termotivasi hadapi Hungaria
- Masih Tidak Konsisten, Kroasia Datangi Tim yang Sedang Menanjak




Pencapaian tersebut setidaknya telah memperbaiki catatan sejarah Kroasia. Pada Piala Dunia 1998 Kroasia finis di tempat ketiga. Kini, semua larut dalam euforia.


Baca Juga :
- Tantangan Baru Rakitic-Dembele
- Lini Tengah Barca Masih Kelebihan Muatan


Bek Liverpool Dejan Lovren berbagi cuplikan di Instagram-nya. Dia berpose dengan latar sambutan hangat fan saat tim dalam perjalanan di atas bus terbuka. Striker Mario Mandzukic tampak menandatangani helm polisi.

Playmaker Ivan Rakitic tak canggung menggendong istrinya, Raquel Mauri di panggung. Gelandang Barcelona itu bahkan memberi ciuman hangat. "Dengan cintaku semuanya mungkin, terima kasih untuk selalu mendukungku," ujar Rakitic.

Kroasia muncul sebagai kuda hitam di Rusia. Tak diunggulkan, tim Negeri Balkan itu malah mensungkurkan para unggulan. Kroasia keluar sebagai juara Grup D. Argentina dikalahkan 3-0, Nigeria ditekuk 2-0 dan Islandia dilipat 2-1. 

Tapi, perjalanannya ke final harus dilalu dengan tambahan waktu. Denmark, Rusia dikalahkan lewat drama adu penalti. Sedangan Inggris di semifinal dibuat frustrasi dengan skor 2-1 dalam laga perpajangan waktu. 

Itu berarti Kroasia maju ke babak final setelah bermain 90 menit lebih banyak dari Prancis dan kurang satu hari untuk pulih. Meskipun kaki lelah, kapten Kroasia Modric yakin timnya cukup baik untuk memenangkan final.

"Saya pikir kami tim yang lebih baik, tapi kadang tim yang lebih baik tidak menang," kata Modric. “Saya tidak benar-benar menyadari apa yang telah terjadi."

“Tapi saya sangat bangga dengan tim ini, para pemain, staf. Kami benar-benar bersatu sebagai sebuah kelompok. Kami melakukan sesuatu yang luar biasa, kami membuat sejarah dan kami akan menikmatinya."* Suryansyah
 

news
Penulis
Suryansyah