MOTOGP
Wawancara Danilo Petrucci Usai Resmi Dikontrak Ducati
08 Juni 2018 18:54 WIB
berita
Danilo Petrucci - Foto/Ducati
BOLOGNA - Setelah sekian lama, pada hari diberitahukan Jorge Lorenzo menjadi pembalap Honda Hrc dan Hafiz Syahrin ke KTM Tech3, inilah dia Danilo Petrucci di Ducati.

"Hari Minggu setelah perlombaan saya berada di dalam mobil bersama Ciabatti, Vergani dan Dall'Igna dan kalimat pertama Gigi adalah 'Selamat datang'. Saya mengerti telah berhasil dan ini adalah impian saya, saya telah melakukan semua untuk membuat impian ini menjadi nyata".

Apakah beberapa bulan ini sangat sulit?
Ya, tapi begitulah hidup: kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi saya tidak pernah berhenti bekerja keras. Saya hanya bisa berada di Ducati dengan hasil.


Baca Juga :
- Hasil MotoGP Jerman 2018, Marc Marquez Juara, Valentino Rossi Kedua
- Aksi Balas Komentar Rossi dan Lorenzo Usai Tabrakan di MotoGP Belanda



Apa arti Ducati bagi Anda?
Ferrari beroda dua, setiap pembalap Italia sejak kecil bermimpi mengendarai motor ini. Ini adalah sebuah kehormatan. Ducati mewakili sejarah balap motor, kakek dan nenek saya punya dan begitu juga sahabat saya... Ayah dulu bekerja dengan Pileri yang disponsori Phillip Morris: saya selalu mengimpikan Ducati.

Anda telah berlomba di jalanan.
Di tahun 2011 saya berlomba di Italia dan Piala Dunia Superstock dengan tim Barni. Saat itu ada 1199 Superbike dan Superstock yang harus dikembangkan dan mereka meminta saya. Itu adalah pengalaman yang tak terlupakan. Terkadang saya barengi dengan MotoGP, mulai dikenal.

Kemudian apa yang terjadi?
Di tahun 2012 insinyur Preziosi mengadakan tes dengan saya, Iannone, Pirro dan Redding, dia berbicara mengenai junior team Pramac, sebaliknya mereka mengambil Iannone dan Spies, yang mendapat dorongan dari Dorna. Saya ditawarkan peran kolaudator dan saya tolak, saat itu saya masih berusia 21 tahun dan saya ingin menjadi pembalap. Saya mulai dengan Crt.

Kesempatan baru di tahun 2014...
Pramac kembali mencari saya, mereka juga mempertimbangkan Zarco, yang tapi setelah memenangkan gelar juara memilih tetap tinggal di Moto2. Saya punya dua tawaran Superbike, tapi di bulan September Francesco Guidotti menelefon dan saya terima.

Kenapa kali ini Anda menandatangani kontrak hanya satu tahun?
Ducati memiliki opsi ini. Saya yakin mereka ingin melihat bagaimana saya bersikap. Tapi bagi saya tidak ada yang berubah. Jika saya bekerja dengan baik, mereka hanya bisa mempertahankan saya.

Untuk pencapaian ini Anda ingin berterima kasih kepada siapa?
Kepada keluarga dan sahabat. Kepada Guidotti dan Paolo Campinoti, yang tiga tahun lalu memberi tawaran kepada saya untuk berkomba dengan MotoGP. Kepada Claudio Domenicali dan Gigi Dall'Igna yang memberi saya kepercayaan. Terutama Paolo Ciabatti, yang sangat peduli kepada saya.

Apa yang akan Anda berikan kepada Ducati?
Semua. Saya pergi ke Ducati untuk bertahan, bukan untuk menjadi beban. Saya ingin diingat oleh para pendukung sebagai salah satu pembalap yang pantang menyerah, seperti Capirossi.

Para pendukung terlihat sangat senang di media sosial.
Karena mereka melihat bagaimana saya berlomba. Saya adalah tipe orang jika bisa dicoba, saya akan melakukannya.


Baca Juga :
- Hasil Lengkap MotoGP Belanda 2018, Minggu 1 Juli
- Balapan Gila, Marc Marquez Juara MotoGP Belanda 2018

Bersama Dovizioso, kalian membentuk pasangan pembalap Italia.
Dovi juga salah satu sponsor saya, dia menginginkan saya. Bersama-sama kami dapat menciptakan sesuatu yang tidak dapat diciptakan oleh pembalap lain, tim yang sebenarnya. Kemudian di dalam perlombaan setiap pembalap memikirkan diri sendiri, tapi Dovi bisa menjadi sekutu berharga untuk mengembangkan motor ini.

Apakah Anda terkejut dengan Lorenzo?
Sedikit. Dia telah mengambil pilihan berani. Honda juga mencari saya tapi mereka mencari alternatif dan Lorenzo adalah pilihan yang tepat. Bersama Marquez akan menjadi persaingan menarik.*

news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.