LIGA INGGRIS
Papan Tengah Liga Primer Jadi Tugas Mudah The Wolves
16 April 2018 21:22 WIB
berita
Wolverhampton Wanderers resmi promosi ke Liga Primer / Foto: Sky Sport
WOLVERHAMPTON - Woverhampton Wanderers resmi memperoleh promosi ke Liga Primer musim depan setelah menaklukkan Birmingham City pada Minggu (15/4) kemarin. Setelah delapan tahun absen, sang serigala kini siap kembali memberikan kejutan di kompetisi kasta tertinggi Inggris itu.

Steve Bull, legenda Wolverhampton Wanderers, mengatakan mantan timnya itu bisa memberikan persaingan ketat di papan tengah Liga Primer musim depan. Dirinya optimis 'The Wolves' bisa finis di top 10.

"Saya pikir finis di posisi 10 besar itu pekerjaan mudah bagi Wolves sekarang. Kami menghadapi Manchester City di Piala Liga musim ini, dan hasilnya cukup mengejutkan," tutur Bull.


Baca Juga :
- Joe Hart Calon Pengganti Courtois, Fan Chelsea Marah
- Debut Riyad Mahrez Dirusak Dortmund, Ini Komentar Guardiola



"Di laga tersebut kami tidak kalah. Kami imbang dan hanya kalah saat adu penalti. Saya pikir, jika kami bisa melakukan hal itu saat menghadapi Man City, kami bisa bersaing di atas sana."

Steve Bull juga tidak lupa memuji pekerjaan pelatih Wolverhampton, Nuno Espirito Santo. Menurutnya, Nuno merupakan pelatih yang lihai dalam hal taktikal.

"Nuno orang yang baik dan ramah. Dia juga taktikal, sering sekali skema permainan dan instruksinya tepat sasaran. Dia melakukan hal itu di musim ini," tambahnya.

"Saya pikir dia akan melakukan hal hebat di tiga atau lima tahun ke depan. Dia juga akan memberikan kejutan di Liga Primer."


Baca Juga :
- Pembukaan ICC 2018, Manchester City Kalah dari Borussia Dortmund
- Pergerakan Bursa Transfer 20 Klub Liga Primer Inggris 2018/19

Pemilik klub Wolverhampton Wanderers pada kesempatan sebelumnya telah berencana untuk mengubah Wolves menjadi klub yang mapan untuk mengarungi Liga Primer musim depan. Dan itu adalah kekurangan yang Wolves miliki saat naik ke Liga Primer di musim 2010/11.

"Ini hanya permulaan bagi kami. Kesalahan kami saat promosi saat itu adalah kami kurang melakukan investasi. Sebuah pelajaran berharaga bagi para jajaran direksi," pungkasnya. ***

M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah