FORMULA 1
Juara di GP Cina Jadi Hadiah Bagi Mekanik Red Bull
16 April 2018 17:30 WIB
berita
Foto: Istimewa
SHANGHAI - Pembalap Aston Martin Red Bull Racing, Daniel Ricciardo, mengatakan kemenangan di balapan GP Cina pada Minggu (15/4) kemarin merupakan hadiah bagi para mekaniknya di pit. Ricciardo berhasil finis di depan Valtteri Bottas dan Kimi Raikkonen.

Di sesi latihan bebas ketiga, Ricciardo mengalami kesulitan pada mesinnya. Bahkan, sesaat sebelum sesi kualifikasi pertama berakhir, mobil Ricciardo harus masuk ke pit untuk menjalani perbaikan pada mesinnya.

Hanya tersisa tiga menit di sesi kualifikasi pertama, Ricciardo kembali ke lintasan dan akhirnya bisa start dari posisi keenam. Pembalap asal Australia itu sempat berpikir dirinya akan start dari posisi paling belakang. Bahkan, kepala tim mereka, Christian Horner, mengatakan adalah sebuah keajaiban Ricciardo bisa start dari posisi keenam.


Baca Juga :
- Jelang Balapan GP Monaco, Toto Wolff Sebut Ferrari dan Red Bull Jadi Favorit
- Marc Marquez Akan Terjun ke Formula 1



Usai menjuarai balapan, Ricciardo berterima kasih kepada para mekanik timnya. Juara di GP Cina merupakan hasil kerja keras para kru pit.

"Saya benar-benar berterima kasih pada mereka. Kerja keras mereka luar biasa. Saya sempat berpikir bahwa saya akan start dari posisi terbelakang, tapi karena kerja keras mereka saya bisa di sini," ucap Ricciardo.

"Saya rasa saya memenangkan balapan yang seru dan balapan ini tidak membosankan. Semuanya seru dan itu benar-benar balapan yang heboh."

Untuk meraih kemenangan tersebut, Ricciardo harus menyalip beberapa nama besar seperti Kimi Raikkonen, Lewis Hamilton, Sebastian Vettel dan terakhir Valtteri Bottas.


Baca Juga :
- Hamilton: Mercedes Harus Terus Bekerja Keras
- Masalah Kontrak, Red Bull Berikan Ultimatum Kepada Ricciardo

Momen terbaik Ricciardo adalah saat menyalip Bottas. Pembalap Mercedes asal Finlandia itu tahu Ricciardo akan mengincar sisi dalam lintasan untuk melakukan overtake. Oleh karena itu, Bottas memutuskan untuk menutup celah Ricciardo.

Namun, dengan menakjubkan, Ricciardo tetap mengambil celah sempit di tikungan keenam lintasan. Alhasil, Ricciardo menyalip Bottas dan bertahan di posisi pertama sampai garis finis. ***
 

M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah