BULUTANGKIS
Tunggal Putra Saling Bunuh, Ini Komentar Peraih Emas Olimpiade 1992
14 Maret 2018 15:19 WIB
berita
Alan Budi Kusuma (tengah) bersama istrinya, Susy Susanti, dan Deputi III Kemenpora Raden Isnanta (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)
JAKARTA – Babak pertama All England 2018 dimulai hari ini. Indonesia
mengirimkan 14 wakil pada lima sektor berbeda.

Namun, pada babak pertama ini, ada dua wakil yang akan saling bunuh. Yaitu, tunggal putra antara Tommy Sugiarto versus Anthony Sinisuka Ginting dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon kontra Anga Pratama/Rian Agung Saputro (ganda putra).

Undian yang tidak menguntungkan wakil Indonesia itu diakui Alan Budi
Kusuma. Meski begitu, Kepala Sub Bidang Sponsorship PBSI ini menegaskan, drawing tidak menentukan.


Baca Juga :
- Ini Pemain Indonesia yang Sukses Juara Dunia
- Indonesia Tambah Wakil di Kejuaraan Dunia 2018



“Kita punya tiga wakil di All England 2018. Jonatan Christie, Ginting, dan Tommy. Dua nama terakhir sayangnya harus bentrok di babak awal,” kata Alan kepada TopSkor.id usai menghadiri Doa dan Dukungan Energi untuk Sukses Atlet Indonesia di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta
Pusat, Selasa (13/3).

All England 2018 berlangsung di Birmingham Arena, Inggris hingga empat
hari ke depan. Final turnamen dengan hadiah total 1 juta dolar Amerika
Serikat atau sekitar Rp 13,7 miliar ini dilangsungkan Minggu (18/3).

“Menurut saya, itu tidak masalah. Sebab, jika salah satu tersingkir, masih ada dua wakil di babak selanjutnya,” peraih emas Olimpiade 1992 Barcelona ini menjelaskan.

Indonesia memiliki sejarah manis dalam turnamen yang diselenggarakan
perdana pada 1899 silam. Itu karena Merah-Putih sudah 45 kali merebut
gelar pada lima sektor berbeda.


Baca Juga :
- Luis Milla Diundang Jadi Narasumber Piala Dunia 2018
- Catat, Kemenpora Gelar Nobar Piala Dunia 2018 Sebulan Penuh

Ganda putra memimpin dengan 19 gelar diikuti tunggal putra (15), ganda
campuran (5), ganda putri (4), dan tunggal putri (2). Hanya, dalam 14 tahun terakhir belum ada tunggal putra yang juara sejak 1994 diraih Hariyanto Arbi.

“Untuk juara butuh proses. Selain Ginting dan Jonatan, masih ada Ihsan
(Maulana Mustofa) dan Firman (Abdul Kholik). Mereka yang bisa diandalkan untuk masa depan mengingat usianya masih muda. Yang penting, keempat pemain itu harus fokus,” pungkas Alan.***

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87