BULUTANGKIS
Kalah di Final Bukan Kegagalan
13 Maret 2018 20:20 WIB
berita
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Dokumentasi PBSI)
BIRMINGHAM - Kepala Pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, memberi penjelasan seputar penampilan tim ganda putra di German Open 2018. 

Dalam kejuaraan ini, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di final kembali takluk untuk yang keempat kalinya dari Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang), dengan skor 16-21, 18-21. 

Sementara itu, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang baru saja berpasangan kembali, dikalahkan Fajar/Rian di  semifinal. Pasangan Angga Pratama/Rian Agung Saputro terhenti di babak kedua. 


Baca Juga :
- PBSI Terancam Denda Rp 69 Juta jika Tak Turunkan Angga/Ricky
- Kevin/Marcus Aman, PBSI Cari Satu Ganda Putra Lagi



Herry juga menyikapi aturan standard tinggi servis 115 cm yang diberlakukan oleh BWF dan mulai diuji coba di German Open 2018 dan All England 2018. 

"Sebetulnya di awal mainnya normal, sudah benar, setelah servisnya dinyatakan fault sebanyak lima kali, konsentrasi Fajar agak terganggu. Dia jadi fokus ke servisnya, bola kedua ketiganya jadi agak kagok," kata Herry dalam rilis PBSI. 

Menurutnya Fajar memang jadi terganggu. Sedangkan, di pasangan ini playmaker nya Fajar, dia lebih dominan untuk mengatur cara mainnya.

Selain itu, Fajar/Rian banyak bikin kesalahan terutama diatas angka 16, pemain Jepang banyak dapat poin gratis.

Herry mengakui, kedua pasangan ini sekelas, kekuatannya imbang. Kelebihan pasangan Jepang ini mainnya safe, sabar, jarang bikin kesalahan sendiri. Kalau mau dapat poin dari mereka, kita harus benar-benar membunuh.


Baca Juga :
- Indofood Gandeng Greysia Polii dan Herry IP untuk Meriahkan PRJ 2018
- Resmi, Hanna Ramadini Mengundurkan Diri dari Pelatnas

"Fajar/Rian selama di German Open mainnya bagus, sesuai yang diharapkan. Di final, mungkin ada faktor sudah tiga kali ketemu kalah terus, tetapi saya menilainya tidak begitu. Menurut saya, pola mainnya nggak jalan. Di pertemuan yang akan datang, saya sudah punya strategi baru untuk Fajar/Rian supaya mengalahkan Inoue/Kaneko," lanjutnya.

"Sebetulnya Fajar/Rian di German Open itu sudah bagus hasilnya, mereka kalah di final itu bagi saya bukan gagal."***

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87