ASIAN GAMES 2018
Cari Atlet Terbaik, Forki Seleksi Ketat Tim Pelatnas Asian Games 2018
11 Maret 2018 13:04 WIB
berita
Seleksi tahap pertama pelatnas karate Asian Games
CIANJUR  - Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) menggelar seleksi tahap pertama pelatnas karate Asian Games yang diikuti 28 karateka di Ciloto, Cianjur, Sabtu (10/3). Dari seleksi tersebut Forki mempertahankan 150% karateka untuk melanjutkan pelatnas di Ciloto, sebelum akhirnya diseleksi lagi pada Juni mendatang. 

Menurut Sekjen PB Forki Lumban Sianipar, proses seleknas tahap pertama yang dilakukan pihaknya itu berbeda dengan seleksi kejuaraan nasional. Artinya, seleksi tersebut bukan mencari yang juara, tapi yang terbaik dari yang terbaik.

Forki juga mendatangkan tiga wasit Federasi Karate Dunia (WKF) untuk membantu memimpin seleksi, yakni Ibrahim Aldiqs asal Jordania, RJ Alexander (Srilangka), dan Pahphonnut Veerapipat (Thailand).   


Baca Juga :
- Batalkan Trainning Camp di Cina, Sisa Dana Pelatnas Dialihkan Bina Lifter Pelapis
- Lantik Kepengurusan 2017-2021, Tako Indonesia Optimistis Tatap Asian Games



”Seleksi ini agak berbeda dengan seleksi kejuaraan nasional. Kami mencari yang terbaik, bukan yang juara. Yang kami ikuti pelatnas yang memperoleh juara satu dan kedua di tingkat nasional. Untuk seleksi tahap kedua, akan dilakukan sebelum entri by name, sekitar Juni mendatang," ucap Lumban.

Menurut Lumban, untuk seleksi tahap dua pada Juni nanti, selain akan diikuti 150 persen karateka hasil seleksi pertama, Forki juga akan memberikan kesempatan kepada empat karateka yang sebelumnya keluar dari pelatnas untuk ikut di seleksi tersebut. 

Keempat karateka tersebut adalah Srunita Sari Sukatendel, Cok Istri Agung Sanistyarani, Sisilia Agustiani Ora, dan Ahmad Zigi Zaresta Yuda. Dari seleksi kedua itulah akan dicari delapan karateka terbaik yang akan diturunkan pada Asian Games 2018 di Jakarta, Agustus mendatang. 

”Dalam proses seleksi kami membuka kesempatan kepada para karateka berprestasi untuk ikut dalam seleksi. Termasuk empat karateka yang mundur dari Pelatnas untuk bergabung kembali. Kami ingin mendapatkan atlet terbaik," paparnya.

Di sisi lain, Lumban mengakui tim karateka Indonesia juga membutuhkan pelatih asing untuk mendongkrak penampilan atletnya. Namun, dia belum bisa menentukan pelatih asal mana yang akan mendampingi tim karate pelatnas nanti. Apalagi, PB Forki masih mempertimbangkan gaya apa yang akan dicari untuk melengkapi kemampuan para atletnya nanti.

”Kami butuh pelatih asing, tinggal hanya menentukan gaya seperti apa yang kita inginkan, apakah gaya Eropa, Iran, atau ke kata atau komite. Intinya yang utama akan melengkapi kemampuan atlet kita. Setelah berdiskusi dengan kemenpora, kami diberi jatah satu. Tapi, saya berharap dua, satu untuk kata dan satu komite," ucap Lumban.

Di sisi lain Debuti IV Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana sangat mengapresiasi cabang karate yang telah menggelar proses seleksi jelang menghadapi Asian Games 2018. 


Baca Juga :
- 1.305 Karateka se-Sumbagsel Adu Skill
- Kejurnas INKAI: Jalur Menuju Piala Mendagri dan Kejuaraan AKF ASEAN

Dia mengatakan, persiapaan seperti ini patut ditiru oleh cabang-cabang lain yang juga akan tampil di Asian Games nanti. Sebab, proses seleksi seperti merupakan langkah yang tepat untuk mendapatkan karateka terbaik yang siap tampil pada persaingan karate di ajang ajang multievent Asia itu. 

“Kami ingin tahu bagaimana kecepatan, akurasi, dan pukulan mereka. Sebab, olahraga karate merupakan olahraga tidak terukur yang berbeda dengan cabang olahraga renang dan lari. Yang jelas, kami mengapresiasi Forki yang mengelar proses seperti ini. Sebelumnya, angkat besi juga melakukan hal yang sama," ungkap Mulyana.*
 

news
Penulis
Suryansyah