TOP FEATURE FOOTBALL
Girona FC, Klub Debutan yang Pantas Jadi Panutan
11 Maret 2018 09:14 WIB
berita
Foto/Istimewa
SUATU ketika Pablo Picasso pernah mengatakan, bahwa seniman yang baik mampu mencontoh dan seniman besar dapat mencuri. Tapi seniman tak hanya milik dunia kanvas, melainkan dalam hamparan rumput sepak bola yang hijau juga terdapat seniman di pinggir lapangan. Umumnya kita sebut sebagai pelatih, seorang yang pantas dijuluki seniman taktik. 

Pablo Machin arsitek Girona FC, tim promosi di La Liga 2017/2018 pantas disematkan sebagai yang paling kreatif dalam kompetisi kasta tertinggi Negeri Matador tersebut. Apa yang ia lakukan disana bak seniman hebat yang mampu mengeluarkan sisi terbaik Girona dalam keterbatasan sumber dayanya.

Girona memang  seolah telah dapatkan wahyu musim ini. Tengok saja catatan mereka yang mampu mengumpulkan 40 poin hanya dalam kurun waktu 27 pekan, sesuatu yang tidak pernah terjadi bagi sebuah tim debutan di La Liga sebelumnya. Bahkan yang terbaru, mereka mampu mengalahkan Super Depor asuhan Seedorf dengan skor 2-0. Padahal Deportivo La Coruna adalah langganan La Liga dan punya reputasi di Eropa.


Baca Juga :
- Valladolid Promosi, Ini Dua Klub Lain yang Akan Berlaga di La Liga Musim Depan
- Deschamps: Griezmann Tetap Berkarier di La Liga



Melihat Girona maju pesat musim ini tak akan jadi aneh jika melihat siapa pemiliknya. Seorang taipan kaya Timur Tengah yang juga pemilik Manchester City. Akan tetapi patut dicatat, hal itu tak lantas membuat Girona diguyur uang seketika. Saat ini mereka masih memiliki anggaran terkecil kedua di divisi teratas Spanyol. Data ini bisa jadi bukti, bahwa Girona telah mencapai kesuksesan lewat kecerdikan dan bukan uang.

Formasi 3-4-2-1 yang telah digunakan Machín pun sangat efektif, selain itu juga karena tidak banyak yang menggunakannya di La Liga. Hanya Real Betis dan Las Palmas yang telah mencoba bermain dengan pola tiga pemain belakang dalam beberapa pekan terakhir. Namun dalam praktiknya tak ada tim selain Girona yang mampu membentuk secara kuat strategi bermain dengan tiga bek tengah di La Liga.

Taktik dengan 3 pemain belakang tersebut konsisten diterapkan. Hal ini membuat Girona tak pernah melenceng jauh dari pakem taktiknya. Disisi lain mereka juga sangat jarang mengubah susunan pemain utama yang terlibat dalam permainan. Mungkin ini dapat jadi jawaban, mengapa banyak tim lain kesulitan menghentikan Girona.

Pakem bermain dengan 3 pemain bertahan memang masih baru dikenal di La Liga. Bahkan pertahanan dengan tiga bek masih dianggap langka, padahal formasi ini sudah lebih umum digunakan dalam kompetisi seperti Seri A dan Premier League. 

Ada juga fakta bahwa sistem Girona tampaknya berjalan dengan baik melawan sistem 4-4-2, yang telah menjadi sangat populer di La Liga musim ini. Barcelona dan Real Madrid bahkan sering menggunakannya, sementara ini merupakan formasi standar untuk dua tim lainnya di empat besar, Atlético Madrid dan Valencia, serta beberapa tim lainnya.

Jika pakem 3-4-2-1 Girona begitu sukses karena alasan yang disebutkan di atas, maka sudah pasti tim lain akan segera mengikuti petuah Picasso dan menyalinnya sekarang?

Lalu kemudian, akan ada pelatih lain yang mungkin ingin meniru keberhasilan Girona dengan menjiplak papan taktik mereka. Tapi patut diketahui, bahwa sistem klub Catalan ini merupakan sistem yang membutuhkan keahlian khusus, dimulai dari sayap belakang yang wajib bertenaga ekstra hingga penyerang kuat yang mampu  jadi target man dan tangguh dalam duel di udara, seperti Stuani. 


Baca Juga :
- Bermain Seperti Real Madrid
- Ini Hasil Pertandingan dan Klasemen Akhir La Liga

Lain hal jika kemudian, klub lain berniat merekrut pemain berkarakteristik tersebut di musim panas dan bernafsu mencoba sistem Girona pada 2018/19.

Perlu dicatat juga bahwa Machín telah berada di Estadi Montilivi sejak 2014. Sembilan dari 11 pemainnya yang paling banyak digunakan sudah berada di klub dari musim lalu, ketika mereka meraih tiket promosi. Terhitung hanya bek tengah Bernardo Espinosa dan penyerang tengah Stuani yang didatangkan musim panas lalu. Hal ini membuktikan bahwa resep rahasia Girona bukan sesuatu yang bisa dipelajari dalam semalam, tapi mungkin bisa disempurnakan selama pra-musim penuh. Kalau sudah begini, mungkin saja di tahun-tahun yang akan datang, kita akan melihat lebih banyak tim-tim replika seperti Girona.***Surya Chandra Jayaatmaja

news
Penulis
Surya Chandra .J
Milanisti. Pecinta Sepak Bola dari berbagai segi.