TOP OPINI FOOTBALL
Super Simic Kepingan Tepat Macan Kemayoran
28 Februari 2018 09:38 WIB
berita
Topskor/Super Simic
KEHADIRAN Marko Simic di belantara sepak bola Tanah Air bak cerita dalam dongeng. Dia mampu bawa Persija melesat dengan cepat lewat gol-golnya yang hebat. Meski pun pada dasarnya takkan pernah ada kemenangan tim yang berasal dari satu pemain. Tapi Macan Kemayoran tentu paham bahwa Simic adalah jawaban dari kepingan yang selama ini belum ditemukan. 

Munculnya Persija sebagai juara Piala Presiden 2018 sebenarnya bukanlah kejutan seutuhnya.  Ditangan Stefano Cugurra, Persija menemukan keseimbangan. Sejak musim lalu grafik permainan Macan Kemayoran memang meningkat tajam, performa di lapangan pun tidak lagi kelam. Posisi 4 di klasemen Liga 1 2017 adalah  bukti bahwa Teco telah membawa angin segar dan perubahan mendasar. Transisi permainan dalam bertahan maupun menyerang kini terlihat jelas, tidak lagi seperti dulu yang terkesan acak-acakan dan sporadis. Jarak antar pemain kini teratur, tidak terlalu jauh ketika menyerang dan begitu rapat ketika bertahan. 

Tengoklah statistik Persija musim lalu yang hanya kebobolan 24 gol dalam 34 pertandingan. Catatan ini mendapuk Persija sebagai tim dengan pertahanan terbaik di Liga 1 2017. Pertahanan yang kuat tersebut menjadi kunci bagi keberhasilan Macan Kemayoran menembus empat besar musim lalu. Prestasi ini jelas salah satu kontribusi besar dari Teco. 


Baca Juga :
- Genap 38 Tahun, Bambang Pamungkas Kian Menggila
- Peta Persaingan Menuju Juara Paruh Musim Liga 1, Dua Tim Tak Diperhitungkan Buat Kejutkan



Memenangkan pertandingan akan jauh lebih mudah, ketika sebuah tim jarang kebobolan. Tapi untuk memenangkan kejuaraan, sebuah tim harus lebih sering membobol gawang lawan. Bahkan terdapat adagium lawas dalam sepak bola "Pertahanan terbaik adalah menyerang" yang memiliki akar pemikiran kuat dari Total Footballnya Belanda.

Hal inilah yang menjadi kekurangan Persija di musim lalu, lini serang yang kurang mematikan. Jika pertahanan mereka berstatus sebagai yang terbaik, justru berbanding terbalik dengan lini depannya yang malah melempem. Catatan gol Persija di musim lalu cukup buruk, mereka hanya mampu melesakkan 46 gol ke jala lawan. Raihan ini menempatkan mereka kedalam 7 tim tertumpul di Liga 1 musim lalu. Ironisnya, catatan gol tersebut pun masih kalah banyak dengan Persela Lamongan yang nyaris terdegradasi dan hanya berbeda dua gol dengan Persiba Balikpapan yang tercebur ke Liga 2.

Masalah ketimpangan prestasi yang terjadi antara lini bertahan dan lini depan Persija menjadi pekerjaan rumah bagi Teco. Dia pun bergerak cepat untuk mendatangkan Marko Simic yang sebelumnya bermain di Melaka United. 

Pada saat datang, tidak banyak yang mengetahui bahwa Simic adalah alumnus Kroasia U-21 yang seangkatan dan pernah main bersama dengan Ivan Rakitic, Ivan Perisic, Dejan Lovren, dan Milan Badelj dalam Kualifikasi Piala Eropa U-21. Lawan yang dihadapinya pun tak main-main, salah satunya Spanyol U-21 yang pada saat itu dilatih Luis Milla. Ketika itu Kroasia muda digulung oleh Matador muda 3-0 dan Simic bermain sebagai pengganti di menit 71 menggantikan Badelj. 

Pada saat ini, kehadiran Simic di lini depan Macan Kemayoran telah dapat dikatakan sebagai pilihan yang tepat. Dengan cepat ia mampu membawa perubahan. Torehan 11 gol yang dicetaknya di Piala Presiden 2018 berkontribusi besar mengantarkan Persija menggondol trofi bergengsi pra-musim tersebut. Capaian sebagai pemain terbaik dan topscorer Piala Presiden 2018 pun ia rengkuh.

Prestasi individu itu membuat dia dengan terhormat dijuluki "Super Simic" oleh The Jakmania dan pecinta sepak bola Tanah Air. Disisi lain prestasi itu juga berdampak kepada sosok Sylvano Comvalius yang fenomenal di musim lalu, menjadi cepat terlupakan. 

Kedua prestasi individu tersebut memang pantas Simic dapatkan. Sebagai penyerang dalam tolak ukur kompetisi Liga 1, dia jelas bomber yang komplet. Kaki kiri dan kanannya sama-sama mematikan. Ditambah postur tubuhnya yang besar dan tinggi, membuat Simic juga mudah mencetak gol dalam duel-duel di udara. Bahkan ada satu momen menarik yang pasti akan selalu teringat oleh The Jakmania, ketika tendangan gunting Simic merobek gawang Bali United di final Piala Presiden 2018. 

Fenomenalnya Simic di Piala Presiden 2018 seolah menjadi garansi bagi Teco untuk mengatasi lini depan yang melempem. Simic diharapkan dapat jadi pemecah kebuntuan dalam laga-laga penting Persija di Liga 1 dan Piala AFC.


Baca Juga :
- Marko Simic Disuruh Persija Pulang ke Kroasia
- Prediksi PS Tira Vs Persija, Gairah Lepas dari Papan Bawah

Namun seperti yang sudah-sudah, setiap striker asing yang datang ke Liga 1 pada awalnya pasti sulit diprediksi akan bersinar atau tidak. Kejadian musim lalu menjadi contohnya, ketika Comvalius bermain buruk di pekan-pekan awal Liga 1, tapi setelah sulit di awal ia justru malah tampil fantastis sampai akhir musim.

Kini Simic sudah tampil sangat fantastis dan memberikan cinta pada pandangan pertama ke banyak The Jakmania. Beban besar pun ada dipundak Simic saat ini, untuk membuktikan bahwa ia memang kepingan yang tepat bagi Macan Kemayoran.*Surya Chandra Jayaatmaja 

news
Penulis
Surya Chandra .J
Milanisti. Pecinta Sepak Bola dari berbagai segi.