TOP FEATURE OLIMPYC
Siapa Saja Diterima di FAST
14 Februari 2018 04:15 WIB
berita
Komunitas FAST - TopSkor/CR6
Memanah tidak hanya memainkan kekuatan kedua tangan saja. Memanah juga butuh ketenangan dan konsentrasi penuh. Pemanah juga harus menyesuaikan alat panah seperti panjang busurnya. Penyesuaian itu sangat memengaruhi performa saat bertanding. 

Lapangan Panahan Pulomas, Jakarta Timur adalah tempat latihan Komunitas FAST. FAST kepanjangan dari Focus Archery Sport Team, didirikan pada bulan November 2015. Komunitas yang dilatih oleh Herman Juli Prasetyo ini sangat kental dengan suasana kekeluargaan.

Tentu saja asumsi itu muncul karena di dalam FAST banyak keluarga yang berlatih memanah. Bahkan, ada sampai kakek dan cucu latihan bersama. Komunitas FAST menjalankan budaya iuran per kepala. Dari hasil iuran itu dipakai untuk sewa lapangan, bantalan target, dan membeli alat-alat panah.
 
Herman sebagai salah satu pendiri FAST menyatakan sangat senang dan bangga bisa membagi ilmu panah yang dimilikinya. “Harapan nya mereka bisa melanjutkan visi dan misi saya. Selain menjadikan panahan sebagai bagian dari budaya bangsa juga berperan aktif memasyarakatkan olahraga panahan,” kata Herman.


Baca Juga :
- Berlari sambil Berpikir tapi Naik Podium
- Melawan Arus demi Kesuksesan



Kegiatan lain FAST adalah mengikuti berbagai kompetisi. “Contohnya, di KINGS Depok, Kejuaraan UI Open, Kejuaraan Paskas TNI AU, dan yang terakhir Kejuaraan Bupati Kebumen Open 2018. Itu beberapa kejuaraan yang diikuti, banyak prestasi yang di torehkan. Sebagian besar mendapatkan juara umum,” kata Herman.

FAST oun sudah melahirkan bakat-bakat pemanah yang andal. Zaki, bocah kelas 6 SD ini berhasil memenangkan kejuaraan The Kings yang diadakan di Depok. Ada pula Kholidin, pria bertangan satu yang berprestasi dalam Kejuaraan Bupati Kebumen Open.

“Ada lagi Yuki Widianto, dia pemanah yang bagus dan sedang berlatih memanah dengan jarak 70 meter. Belakangan ini juara nasional standar Bow skor terbaiknya di jarak 50 meter dan di Kerjunas Aceh mewakili DKI mendapatkan tiga medali emas”, kata pria kelahiran solo itu.

Yuki tertarik memanah sejak kelas 2 SMK kala itu terdapat kegiatan panahan di sekolahnya. “Pada saat itu, saya berfikir olahraga panahan ini jarang digemari, tetapi saya sangat tertarik,” ujar pemuda 21 tahun ini. Mulai dari itu sampai sekarang terhitung sudah lima tahun yuki mengasah kemampuan bidikan panahnya sampai masuk ke komunitas FAST dan mendapatkan prestasi demi prestasi. 

Disela-sela waktu istirahatnya Yuki sempat memberi arahan kepada setiap orang yang ingin mencoba memanah. “Pertama fisik kita harus bagus karena keterkaitan dengan fokus. Kedua percaya pada teknik kita dalam panahan dan kita harus merasakan sendiri. Panahan itu bukan olahraga tapi olahrasa,” ujarnya. 


Baca Juga :
- Lempar Parasut, lalu Terjun Mengejarnya
- Si Cantik yang Merasa Bebas saat Meluncur

Yuki mempunyai harapan yang besar dalam karier panahnya. Laki-laki kelahiran 1991 itu berharap bisa ikut PON bahkan dipanggil pelatnas untuk mewakilkan Indonesia agar menjadi kebanggaan orang tua dan teman-teman di FAST.

FAST latihan pada hari Rabu jam 07.00-15.00, Jum’at, Sabtu jam 13.00-17.00. Di komunitas ini siapa saja boleh bergabung tua atau muda sama saja. Untuk yang ingin gabung bersama FAST datang saja hari Sabtu nanti pengurus FAST akan mengarahkan.*CR6

n
Penulis
nana sumarna