TOP FOTO
Suka dan Duka sebagai Relawan Asian Games 2018
13 Februari 2018 14:01 WIB
berita
Dua sukarelawan test event Asian Games 2018, Vitayala Dianti dan Aimee Alissa saat ditemui di lobi Hotel Atlet Century Park, Jakarta Pusat, kemarin. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)
MALAM itu, rinai membasahi mayoritas wilayah ibu kota. Termasuk, di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat. Kompleks olahraga terbesar di Tanah Air ini memang sedang menyelenggarakan invitation tournament (test event) Asian Games 2018 sejak 8 hingga 15 Februari mendatang.

Rangkaian test event untuk persiapan delapan cabang olahraga (cabor) pada pesta olahraga antarnegara Asia itu berlangsung di tiga lokasi berbeda di Jakarta. Basket, atletik, panahan, dan voli di kompleks SUGBK.

Sementara, tinju, taekwondo, dan angkat besi di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Utara. Satu lagi pencak silat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.


Baca Juga :
- Netizen Bertanya, Menpora Imam Nahrawi Menjawab lewat #TanyaINaja
- Catat, Ini Jadwal MXGP 2018 di Pangkal Pinang dan Semarang



Menurut informasi yang dihimpun dari Panitia Nasional Penyelenggara Asian Games XVIII/2018 (INASGOC), terdapat 1.991 atlet yang hadir. Jika ditambah dengan ofisial, perwakilan Komite Olimpiade Nasional (NOC), dan media dari negara peserta, jumlahnya mencapai lebih dari 3.000 orang.

Selain mereka, test event ini juga diwarnai kehadiran ribuan sukarelawan. Galibnya suatu event berskala internasional seperti SEA Games, Asian Games, Olimpiade, hingga Piala Dunia, keberadaan volunteer sangat penting.

Mereka yang membantu pemilik hajat untuk menyambut segenap tamu dari berbagai negara Asia itu. Ketua INASGOC Erick Thohir saat ditemui di Wisma Serbaguna (18/1) mengatakan, jumlah volunteer pada test event ini mencapai 1.574 orang.

Sementara, untuk Asian Games 2018, pembukaannya sudah dilakukan sejak bulan lalu hingga 5 Maret mendatang. INASGOC, lanjut Erick, membutuhkan 13.000 volunteer di dua kota berbeda. Yaitu, 11.000 relawan ditujukan di Jakarta dan sekitarnya, serta 2.000 lagi di Palembang.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap hoax yang beredar belakangan ini. INASGOC tidak pernah menjanjikan atau iming-iming honor untuk relawan,” ujar Erick mengklarifikasi rumor terkait honor relawan berkisar Rp 600-900 ribu per hari.

Kendati tanpa honor, bukan berarti pendaftaran untuk volunteer test event yang berlangsung sejak 18 September hingga 23 Oktober lalu itu sepi peminat. Sebaliknya, justru antusiasme masyarakat sangat luar biasa.

“Sejak diluncurkan empat bulan lalu, jumlah pendaftar mencapai 21.077 orang. Setelah dilakukan verifikasi lebih lanjut, yang lolos 1.574 volunteer,” Koordinator Human Resource & Volunteer Departement INASGOC Pusparani Hakim, menambahkan.

*          *          *

PERTANDINGAN basket 5x5 baru saja berlangsung. Ribuan penonton menyemuti pintu keluar GBK Hall Basket.

Di sisi lain, puluhan jurnalis bergeming di venue sambil menyelesaikan tugasnya masing-masing. Ada yang mengirim berita, mewawancarai atlet, hingga mengabadikan suasana di stadion indoor berkapasitas 2.920 kursi ini dari balik lensa.

Selain jurnalis, tampak belasan orang berseragam dengan tulisan volunteer juga ikut sibuk. Mereka membagi tugasnya masing-masing. Ada yang memandu atlet, penonton, dan sebagainya.

Kebetulan, markas volunteer selama test event ini satu ruangan dengan jurnalis. Yaitu, di Main Press Center (MPC) di Hotel Atlet Century Park, Jakarta Pusat.  

“Bagi saya, jadi volunteer itu merupakan kebanggaan. Orangtua saya bangga menyaksikan putrinya ikut berpartisipasi pada test event Asian Games 2018. Sebab, kali terakhir Indonesia jadi tuan rumah kan sudah lama,” tutur Aimee Alissa kepada TopSkor.id, kemarin.

Mahasiswi program teknologi bioproses di Universitas Indonesia ini girang ketika mengetahui pengajuannya sebagai sukarelawan lolos. Alissa tidak mempersoalkan sebagai volunteer harus bekerja tanpa honor.

“Ya namanya kan sukarelawan. Alias, bekerja dengan sukarela. (Namun) tidak suka-suka kita juga, sebab ada tata caranya. Misalnya, saya di JIExpo harus mengerti tentang taekwondo, dan bagaimana sikap saat bertemu atlet, ofisial, atau tamu VIP,” pemilik lesung pipit dengan senyum memesona ini mengungkapkan.

*          *          *

PERNYATAAN senada diutarakan Vitayala Dianti. Koordinator volunteer ini membeberkan suka dan duka sejak pendaftaran, pelatihan, hingga harus terjun ke lapangan.

“Capek pasti. Namun, namanya jadi sukarelawan itu sudah biasa. Untuk duka, bisa dikatakan tidak ada. Banyak sukanya malah setiap hari,” kata Vita, semringah.

Gadis berparas ayu ini bangga bisa jadi bagian untuk mensukseskan test event Asian Games 2018. Wajar saja mengingat di masa depan belum tentu Vita bisa jadi relawan lagi saat Indonesia jadi tuan rumah pesta olahraga antarnegara Asia ini. Pasalnya, kali terakhir Merah-Putih menyelenggarakan Asian Games pada 1962 silam.

“Saya suka dengan lingkungan di sini, baik di MPC dan beberapa venue. Terlebih, kami selalu didampingi bu Nana (Ratna Irsana, Direktur Media & PR INASGOC). Beliau itu tipikal emak-emak banget, mengayomi seluruh volunteer,” Vita, menjelaskan.

Kendati sifatnya sukarela, ribuan volunteer ini tetap menjalankan tugasnya dengan profesional. Termasuk, ketika bertemu atlet yang merupakan idola dari cabor populer. Mereka pantang berlaku subyektif, misalnya untuk sekadar minta tanda tangan atau swafoto (selfie).

Itu diungkapkan Alissa yang di kampusnya aktif ikut berbagai organisasi, “Saat training, kami sudah diberi tahu tugas dan fungsi masing-masing. Jadi, kami harus menerapkannya dengan sebaik-baiknya. Setelah test event ini, saya harap bisa kembali berpartisipasi pada Asian Games mendatang.”


Baca Juga :
- Erick Thohir: Pengamanan Asian Games 2018 Dilakukan Berlapis
- Aan Raih Lima Trofi dari Arthayasa, Akbar Maulana Berlatih di Jerman

Asian Games 2018 berlangsung 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Dibanding test event saat ini, jelas sangat jauh dari segi jumlah. Edisi ke-18 Asian Games nanti mempertandingkan 40 cabor dengan 67 disiplin, dan 462 nomor event.   

“Banyak yang bisa kami petik sebagai relawan dalam sepekan terakhir. Kebetulan, saya (kuliah) di Swiss Germany University jurusan Hubungan Masyarakat. Jadi, dari test event ini dapat saya terapkan saat lulus nanti. Salah satunya, memiliki banyak relasi itu penting banget untuk masa depan,” ucap Vita, optimistis.***

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87