FORMULA 1
CEO Formula 1 Serang Formula E
12 Februari 2018 18:51 WIB
berita
Chase Carey, Foto: Autoweek
PARIS - CEO Formula 1, Chase Carey, baru-baru ini telah menyindir Formula E. Carey mengatakan bahwa ajang balap mobil elektrik itu bukan kompetisi, melainkan pesta jalanan.

Bos Formula E, Alejandro Agag, sebelumnya mengatakan bahwa Formula E akan menjadi satu-satunya ajang olahraga motor di 20 sampai 30 tahun ke depan. Agag mengatakan bahwa dalam 20 tahun ke depan, manufaktur-manufaktur mobil di dunia akan beralih ke tenaga elektrik.

Menanggapi hal tersebut, CEO F1, Chase Carey, mengatakan bahwa Formula E hanya sekedar acara mewah yang diselenggarakan di atas jalanan.


Baca Juga :
- Dikritik Habis-habisan, Halo Selamatkan Nyawa Pembalap Formula 2
- Massa Siap Akan Terjun ke Formula E



"Saya takjub dia (Alejandro Agag) memiliki bola kristal yang bisa menerawang masa depan," ucap Carey.

"Formula E bukan kompetitor kami. Saya rasa Formula E itu adalah acara yang menampilkan mobil-mobil cepat dan digelar di atas jalan raya. Mereka bukan ajang balapan."

Chase Carey juga mengatakan banyak yang menonton Formula E karena ajang balap mobil elektrik itu menampilkan konser musik sebelum balapan.

"Orang-orang yang menonton Formula E memberitahu saya bahwa mereka menonton hanya karena ada konser musik dan makanan enak di sana," tutur Carey.


Baca Juga :
- Hamilton Jadi Juara Formula 1 GP Spanyol
- Musim Ini, Alonso Mencoba Menyimpan Tenaga

Formula E memang menjadi fenomena dalam ajang olahraga motor. Pasalnya, saat memulai debutnya di 2014 lalu, fan dari ajang balap mobil elektrik ini terus meningkat sampai sekarang. Formula E juga mengundang lebih banyak manufaktur besar, seperti Renault, Audi, Jaguar, BMW, Porsche serta Mercedes, untuk ikut serta dalam ajang balapan.

Sedangkan Formula 1 dikabarkan memiliki penurunan penonton. Ini dikarenakan satu tim kuat bisa mendominasi dari awal hingga akhir musim. Dominasi tersebut terkesan membosankan bagi para penonton. ***

M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah