MOTOGP
Rossi dan Vinales Dituding Stoner Penyebab Kegagalan Tim Yamaha
09 Februari 2018 09:40 WIB
berita
Valentino Rossi dan Maverick Vinales harus disalahkan. 
BOLOGNA  – Juara dua kali MotoGP Casey Stoner mengungkap keterpurukan tim Yamaha Mopada balapan 2017. Dia menyebut Valentino Rossi dan Maverick Vinales harus disalahkan. 

Vinales memulai musim 2017 dengan tiga kemenangan dari lima balapan pertama dan memimpin klasemen 26 poin. Namun ia memudat saat kampanye berlanjut - termasuk Yamaha yang memperkenalkan sasis baru yang menurut Vinales tidak sesuai dengan gaya balapannya.

Rekan satu timnya, Rossi sama-sama mengeluhkan masalah pegangan belakang. Terutama jelang akhir kampanye. Rossi mengatakan pada akhir tahun lalu bahwa Yamaha 2018 akan didasarkan pada penantang 16 setelah membandingkannya dengan 17-spec M1. 


Baca Juga :
- Hasil Lengkap Kualifikasi MotoGP Prancis 2018, Johann Zarco Pole Position
- Rossi Keluhkan Kondisi Lintasan COTA



Valentino Rossi menambah hasil oke dengan finis podium di tiga seri pertama dan memenangi balapan di Assen, sebelum jeda kompetisi. Tapi, sukses Rossi di Belanda menandai kemenangan terakhir Yamaha di 2017. 

Di paruh musim kedua, Yamaha kesulitan bahkan hanya lima kali naik podium di mana Vinales menyumbang tiga di antaranya.

"Sangat sulit dipahami. Karena saya orang luar sulit untuk mengatakannya," ujar Stoner kepada Autosport. 

"Maverick memulai dengan kepercayaan diri tinggi di awal musim setelah pramusim yang nyaman. Tapi sangat mudah untuk kehilangan kepercayaan diri itu dan arah Anda ketika kemudian Anda beberapa kali jatuh."


Baca Juga :
- Damai dengan Marquez, Rossi: Nanti Saja
- Rossi Simpan Foto Insiden Jatuhnya di GP Argentina

"Mereka bisa berdalih karena motor, tapi saya pikir tidak terlalu berbeda sepanjang musim dan ketika pembalap-pembalap Tech3 menggunakan frame yang sama, mereka tidak mengalami masalah serupa. Menurut saya, iya (kesulitannya ada hubungannya dengan para pebalap),” tutur Stoner.

"Memang selalu ada pro dan kontra untuk semua hal, tapi bermula dari kompetitif dan menjadi yang terbaik dan kemudian kesulitan untuk finis 10 besar... itu sedikit lebih dari paketnya,” pungkasnya.*

news
Penulis
Suryansyah