TOP FEATURE OLIMPYC
Taman yang Tersembunyi
07 Februari 2018 04:21 WIB
berita
Daniel Dhers (tengah) - TopSkor/Istimewa
BERMULA dari cerita atau kisah tentang skate park (arena skateboard) yang tersembunyi di jantung hutan Malaysia. Tim Croscall salah satu merek gawai outdoor tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memberikan berita menarik itu kepada Daniel Dhers yang merupakan pembalap BMX Pro. Dhers yang meraih lima medali emas dalam X-Games  pun menjelajahi sisi lain dari Shah Alam, yang jauh dari kebisingan kota.

Kabarnya, hampir 30 tahun arena tersebut tidak terjamah dan dibiarkan terbengkalai. Dhers bersama para komunitas BMX Malaysia mengarungi perjalanan. Menurut sumber lokal, di sinilah salah satu tempat landai paling mistis di dunia yang berada di tengah hutan. “Ini sebuah tantangan bagi saya. Saya masih belum bisa membayangkan seperti apa tempat yang disebut sebagai tempat legenda itu,” kata pria 32 tahun ini.

Keingintahuan itulah yang membuatnya menerima tantangan tersebut. Bersama empat bikers BMX Malaysia, mereka menembuh perjalanan, mengayuh sepeda, melintasi jalan licin dan berlumut. Hujan, lalu berganti panas terik, suhu yang lembab, dan udara yang basah menjadi tantangan yang mengiringi mereka. Dhers bersama rekannya yang lain dengan antusias terus mengayunkan sepedanya. Untuk menghibur diri sendiri mereka melakukan atraksi dalam perjalanan.


Baca Juga :
- Berlari sambil Berpikir tapi Naik Podium
- Melawan Arus demi Kesuksesan



Hingga di sebuah jalan, mereka berhenti. Tidak ada jalan namun salah satu biker dari Malaysia membawa mereka masuk ke pepohonan yang rimbun. Selintas tidak ada jalan di sana, seperti hutan belantara. Namun, mereka menemukan sebuah jalan, lalu sebuah jembatan yang berliku. Jalan di dalam hutan itu pun mereka lewati. Untuk beberapa saat, Dhers seperti berada di tengah hutan belantara.

Hingga akhirnya, terpampanglah sebuah ruang terbuka. Hamparan rumput dengan bagian alamiah terlindung dan dikelilingi pepohonan besar, lebih tepatnya tempat di dalam hutan dan di antara perbukitan. Mereka, khususnya Dhers, menatap suasana kesunyian itu dengan terpesona. Dia tidak menyangka ada trek skateboard di tengah hutan. Rekannya menyatakan bahwa  ini adalah trek yang dibatalkan namun tidak menjelaskan apa alasannya.


Baca Juga :
- Lempar Parasut, lalu Terjun Mengejarnya
- Si Cantik yang Merasa Bebas saat Meluncur

Kelembaban di sini bisa meningkat mencapai 92 persen dengan rata-rata temperatur mencapai 40 derajat celcius. Sebuah kondisi ekstrem untuk menantang kondisi hutan tropis di Malaysia ini. Dhers menamakan ekspedisi ini dengan The Devil’s Ramp atau Lereng Setan. Nama tersebut diberikan juga untuk kondisi taman skate yang berlumut, getas beberapa bagian sudutnya, yang bisa menjebak dan melukai bikers.

Dhers bersama tim membereskan lintasan yang sejak lama ditutupi dedaunan dan batang-batang serta akar yang menjalar. Tidak lama kemudian, lintasan langsung ditaklukkan lewat aksi-aksinya mulai dari grind Ice Pick, barspin, sampai  backflip diikuti juga para komunitas BMX Malaysia. “ini pengalaman yang tidak terlupakan dan ini bukan hanya sekadar olahraga, sangat mengesankan,” kata Dhers.*CR6

n
Penulis
nana sumarna