TOP OPINI FOOTBALL
Terima Kasih Ronaldinho
19 Januari 2018 04:21 WIB
berita
M. Rizki Maheng
SANTIAGO Bernabeu, 9 November 2005, laga El Clasico antara tuan rumah Real Madrid melawan Barcelona digelar. Hanya butuh waktu 15 menit untuk sang tamu mencetak gol pertama lewat “pemain buangan Madrid” Samuel Eto’o. Luka Madrid belum berhenti di situ karena apa yang terjadi selanjutnya akan menjadi goresan sejarah di stadion kebanggaan Los Merengues itu.

Barcelona meneruskan gol pertama yang dibuka Eto’o dengan dua gol tambahan dari Ronaldinho. Skor akhir laga tersebut adalah 3-0 untuk keunggulan Barca. Namun, bukan hanya karena kalah telak di kandang sendiri yang membuat Madrid tersakiti melainkan karena dua gol Ronaldinho yang mempermalukan Raul Gonzales dan kawan-kawan di depan pendukung mereka sendiri.

Dua gol tambahan Barcelona dihasilkan lewat aksi individu bintang utama mereka kala itu, Ronaldinho. Dalam prosesnya, Ronaldinho membuat Sergio Ramos, Ivan Helguera, dan Iker Casillas seperti baru belajar bermain bola. Belum cukup, sambutan suporter Real Madrid usai gol kedua Ronaldinho bikin baper segenap punggawa Madrid hari itu. Pendukung Madrid memberikan tepuk tangan meriah kepada Ronaldinho dalam laga tersebut. Sesuatu yang terbilang tabu bagi fan Madrid manapun untuk memberikan apresiasi pada tim lawan, apalagi pada bintang utama dari rival mereka, Barcelona.


Baca Juga :
- Sepak Bola Nasional: Antara Refleksi dan Eskploitasi
- HUT PSSI Ke-88 dan Anniversary Cup



Ronaldinho menjadi orang kedua setelah Maradona yang mendapatkan penghargaan tersebut. Kini, sekitar 12 tahun lebih setelah momen di Santiago Bernabeu itu, sang aktor utama kejadian bersejarah itu menyatakan mundur dari dunia sepak bola. “Ronaldinho berhenti dari sepak bola. Ini sudah berakhir” demikian diungkapkan Roberto Assis, kakak sekaligus agen Ronaldinho seperti dilansir dari Globo (17/1/2018).

Kisah aksi memukau Ronaldinho di kandang Real Madrid hanyalah satu dari sekian momen ajaib yang diciptakannya di atas lapangan hijau. Ingat lagi bagaimana David Seaman dibuat jadi pesakitan akibat gagal mengantisipasi tendangan bebas Ronaldinho saat Brazil menyingkirkan Inggris di Piala Dunia 2002. Atau ketika Petr Cech hanya bisa bengong melihat Ronaldinho mencetak gol dengan cara membelokkan bola dari luar kotak penalti saat Barcelona berhadapan dengan Chelsea.

Pemain yang tampak selalu tersenyum di atas lapangan hijau ini memang meninggalkan banyak aksi hebat terutama saat berkostum Barcelona dari 2003 sampai 2008. Bersama klub Katalunya itulah Ronaldinho mencapai puncak prestasi lewat raihan gelar juara La Liga, Liga Champions sampai penghargaan individu sebagai pemain terbaik dunia.

Bagi Madrid, pemain ini adalah bintang utama Barcelona, rival abadi mereka yang mampu membuat fan Madrid menggerakkan tangan untuk memberikan aplaus meriah, sesuatu yang Lionel Messi sendiri tidak mampu lakukan. Bagi Barcelona, Ronaldinho bukti kejelian transfer mereka ketika di saat bersamaan Madrid memilih mendatangkan David Beckham pada 2003.

Ronaldinho menjelma menjadi sosok bintang utama mereka sebelum kemunculan Lionel Messi. Bisa dikatakan bahwa Ronaldinho turut membimbing Messi di masa-masa awal kehadiran megabintang Argentina itu di tim senior Barcelona. Kini sang maestro telah memutuskan untuk menyudahi perjalanan panjangnya sebagai pesepak bola profesional.

Sejak memulai karir di Gremio sampai berakhir di Fluminense lalu sempat menjajal Liga Prancis bersama PSG, Liga Spanyol bersama Barcelona dan Liga Italia bersama AC Milan, Ronaldinho sudah mengoreskan sejarah dalam dunia sepak bola bahwa olahraga ini pernah memiliki sosok hebat seperti dirinya. Dengan apa yang sudah diberikannya untuk sejarah sepak bola, layak kiranya kita mengucapkan “Terima kasih Ronaldinho”.***


Baca Juga :
- Juventus Menangis dan Madrid Tertawa
- Mengelola Industri Kangen

 

M. Rizki Maheng
Penulis adalah pemerhati sepak bola

n
Penulis
nana sumarna