TOP FEATURE OLIMPYC
Meluncur, Menginspirasi, dan Membentuk Komunitas
10 Januari 2018 04:12 WIB
berita
Nathalie Herring - TopSkor/Istimewa
Sejatinya, bermain longboard dalam kesendirian tak senikmat beramai-ramai. Namun, dari kesendirian itu, dapat menginspirasi orang lain untuk melakukannya bersama. Ini seperti kisah yang dialami longboarder wanita kelahiran Queens, New York, Amerika Serikat (AS), Nathalie Herring yang berhasil menyatukan wanita-wanita di New York untuk meluncur di atas papan longboard bersamanya dalam Girl Skate NYC.

Nathalie, 31 tahun, merupakan mantan seorang mahasiswi di salah satu universitas di Miami. Ia tertarik memainkan papan berukuran 130 sentimeter itu ketika dirinya berusia 18 tahun dan baru bisa memiliki longboard setahun kemudian. Ketertarikan itu bermula dari melihat teman satu kampusnya yang selalu menggunakan longboard sebagai moda transportasi ke kampus.

“Dia tampak sangat asyik dan mataku tidak berhenti menatapnya saat ia lewat di depanku,” katanya. Nathalie yang mulai terinspirasi dengan rekannya itu, pun langsung bergegas membeli papan longboard. Sama seperti rekannya, ia menggunakan longboard sebagai alat transportasi ke kampus atau ke tempat yang diinginkannya. 


Baca Juga :
- Memanen Manfaat Muay Thai untuk Kaum Hawa
- Perpaduan dalam Bertahan dan Menyerang



Satu tahun menekuni longboard ia mulai bosan, lantaran ia hanya selalu memainkannya sendiri. Berpikir dan terus berpikir bagaimana bisa bermain longboard secara beramai-ramai. Ide pun muncul, Nathalie pun mencoba mempraktikkan keterampilan ber-longboard di taman Flushing Meadow Corona. Namun, di sana ia hanya terisolasi, tidak hanya sebagai longboarder wanita solo tapi juga sebagai wanita yang berkulit hitam.

Nathalie pun dihadapi dengan rasa cemas. Sebagai anak keturunan Jamaika, dia mengatakan kepada beberapa kerabat dekatnya guna meminta solusi akan hal ini. "Saya menghadapi banyak perlawanan untuk menjadi longboarder, itu juga tidak diterima oleh keluarga saya," ujar Nathalie.

Bagi Nathalie, isolasi itu merupakan salah satu nilai tambah untuk terus menjadi seorang longboarder wanita hebat. “Di tahun pertama, saya tidak masuk ke dalam komunitas skate ataupun longboard” tuturnya. Dua tahun ber-longboard Herring pun berkeinginan masuk ke dalam komunitas. Akhirnya ia menemukan sebuah komunitas asrama dan bahkan mendapatkan sponsor dengan perusahaan papan terkemuka di New York. 

Namun, Nathalie merasa seperti orang buangan yang tak dianggap dalam komunitas itu. Dari sana Herring mencoba untuk mencari teman wanita lain yang berminat pada longboard. Ia mulai mencari. Pertama ia menemukan sekelompok wanita yang meluncur di pinggiran kota. Jumlahnya cukup banyak, 50 wanita. Dari 50 wanita itu hanya 10 wanita yang ingin bergabung bersama Herring. 

"Hanya beberapa gadis yang ingin bergabung, tapi mereka terus menggali energi saya, dengan senang hati membawa mereka dalam perjalanan ini," katanya. "Saya hanya ingin membuat lebih banyak wanita berkaksi di atas papan dan mengajaknya keluar dari zona nyaman mereka," ucap Nathalie. 

Meski demikian, lama-kelamaan jumlah wanita yang ingin bergabung pun bertambah. Lebih dari itu, Herring pun langsung mengambil langkah untuk mematenkan perkumpulannya, yakni dengan membuat komunitas Girls Skate NYC dan resmi dibentuknya pada tahun 2015 silam. Kini anggotanya mencapai lebih dari 50 wanita dari berbagai golongan. Ia mengatakan tujuan membentuk komunitas itu adalah untuk mendorong serta membantu para wanita memperkuat suara di dunia longboarding.*Dedhi Purnomo/CR10

 


Baca Juga :
- Downhill Berkecepatan 167,6 km/jam ala Max Stoeckl
- Enam Tahun Gober, Butuh Regenerasi


 

n
Penulis
nana sumarna