LIGA INGGRIS
Mourinho Serang Balik Conte, Kali Ini Soal Skandal Pengaturan Skor
06 Januari 2018 11:05 WIB
berita
Antonio Conte dan Jose Mourinho tak pernah harmonis
MANCHESTER - Perang kata-kata antara Jose Mourinho dan Antonio Conte terus bergulir. Saling serang dilancarkan kedua pelatih di media sosial.  

"Saya tidak akan pernah disanksi lantaran pengaturan pertandingan," cetus Mourinho dilansir Football Italia. 

Hubungan kedua pelatih itu tidak pernah harmonis, malah mencapai puncak baru dalam 24 jam terakhir.


Baca Juga :
- Mourinho Tak Mau Jor-joran Belanja, Dana Rp 5,6 Triliun Sudah Dihabiskan
- Candaanya Dianggap Berlebihan, FA Sampaikan Permintaan Maaf



Mourinho pertama mengkritik pelatih yang bertingkah seperti badut di touchline. Sentilan itu ditaksir mengarah kepada Conte dan Jurgen Klopp (Liverpool).

Kontan, wajah Conte merah. Orang Italia tersebut menjawab dalam konferensi pers hari ini. Conte menyebut pelatih Manchester United berkelakuan lebih buruk daripada siapapun dan menderita demensia pikun, ketika melupakan apa yang dilakukan pada masa lalu.

Setelah kemenangan Piala FA Manchester United atas Derby County, Sabtu (6/1) dini hari, Mourinho kembali menyerang dengan kekuatan penuh.

"Saya tidak membutuhkan manajer Chelsea untuk mengatakan bahwa saya membuat kesalahan di masa lalu dan akan di masa depan. Yang akan saya katakan adalah saya tidak pernah terlibat pengaturan skor dan dilarang karenanya."  


Baca Juga :
- Paul Pogba Tak Ingin Tinggalkan Manchester United
- Susunan Pemain Chelsea Vs Southampton

Ucapan pedas itu mengacu pada larangan empat bulan Conte yang diberikan oleh pihak berwenang Italia pada musim panas 2012. Dalam kariernya menjadi pelatih, Conte pernah tersandung masalah pengaturan skor. Dia dikait-kaitkan dengan match fixing saat menangani Siena pada 2010-2011.

Conte mengajukan banding dan mengaku tidak bersalah. Namun, pelatih 46 tahun sempat dijatuhi sanksi larangan aktif selama 10 bulan. Tetapi, mantan pemain Juventus itu hanya menjalani masa hukuman empat bulan setelah bandingnya dikabulkan Komite Arbitrase Olahraga Italia. Sanksi tersebut sudah dilewati setelah menangani Juventus di tahun 2012.*Suryansyah
 

news
Penulis
Suryansyah