TOP FEATURE FOOTBALL
Lapangan Kopassus yang "Menyeramkan"
23 Maret 2017 05:00 WIB
berita
Lapangan Atang Sutresna Cijantung - TopSkor/Furqon al Fauzi
MENDAPATKAN lapangan bagus untuk tempat latihan khususnya bagi tim nasional memang tidak mudah. Di Jakarta bahkan pilihannya sangat terbatas. Terlebih, komplek olah raga Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) kini masih dalam tahap renovasi jelang Asian Games 2018 mendatang. 

Dengan kata lain, PSSI terpaksa meminjam lapangan milik swasta atau yang berada di sekitar komplek markas Tentara Nasional Indonesia. Dalam hal ini, lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang sudah dipilih sebagai homeground timnas U-22 asuhan Luis Milla. 

Sementara untuk kategori U-19 yang tengah menjalani tahap periodisasi atau Training Center (TC) dipusatkan di Lapangan Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur. Lapangan ini terletak tidak jauh dari markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Mendengar kata Kopassus saja yang ada dipikiran orang tentu “menyeramkan”. 


Baca Juga :
- Kisah Kurus, Susah Makan, dan Kurang Gizi
- Kisah Kurus, Susah Makan, dan Kurang Gizi



Maklum, Kopassus adalah bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki TNI Angkatan Darat. Komando ini dikenal sangat disiplin dan disegani. Maka itu, untuk berkunjung ke komplek sekitar lapangan saja, tidak sembarang orang bisa masuk secara mudah. 

Para pewarta yang bertugas meliput latihan timnas U-19 pun harus lapor di pos penjagaan dan meninggalkan kartu identitas diri. Jika melanggar, contohnya berkendara motor tanpa mengenakan helm, petugas yang menjaga tidak segan memberi sanksi. Lapor diri juga wajib dilakukan ketika hendak meninggalkan kompleks. 

Namun begitu, pengawasan ketat memang sudah semestinya dilakukan. Demi menjaga ketertiban sekaligus kenyamanan semua pihak, hal itu sangat baik dilakukan. Efeknya, pemain timnas U-19 pun bisa menjalani sesi demi sesi latihan dengan tenang dan fokus tanpa gangguan apa pun. 

Meski begitu, antusiasme masyarakat sekitar untuk menyaksikan calon bintang sepak bola Indonesia berlatih tetap tinggi. Mereka bahkan sengaja datang langsung karena sudah mendapat informasi sebelumnya. Ada juga yang kebetulan melihat saat joging sore di sekitar stadion.

Disangka Timnas U-22

Uniknya, tidak sedikit yang mengira tim yang berlatih pada sore itu adalah timnas U-22 asuhan Luis Milla yang baru saja beruji coba melawan Myanmar. Namun, saat mengetahui yang berlatih adalah timnas U-19, mereka tetap semringah, terlebih timnas U-19 berada di bawah asuhan Indra Sjafri yang memang populer.


Baca Juga :
- Alhadji Kuasai Skill Kiper Sampai Striker
- Beli Sepatu Bola di Pasar Loak


Warga sekitar pun jadi bisa melihat proses Indra dulu membentuk tim juara Piala AFF U-19 tahun 2013 yang diperkuat Evan Dimas dan kawan-kawan yang kini sudah naik kelas. Mereka berharap coach Indra mampu menciptakan lagi garuda-garuda muda yang akan mengharumkan bangsa.

Di antara warga sekitar, tampak pula hadir salah satu orang tua pemain. Ia bahkan harus berkejaran dengan waktu usai pulang kerja untuk melihat langsung anaknya berlatih. "Saya dari Kebayoran. Agak terlambat sih, tapi yang penting masih bisa melihat anak berlatih," ujar orang tua Jadug Aria, salah satu pemain yang dipanggil mengikuti TC timnas U-19.*Furqon Al Fauzi
 

n
Penulis
nana sumarna