news
LIGA INTERNASIONAL
Icardi-Mbappe Bagian dari Proyek Masa Depan Pelatih PSG
15 January 2020 13:15 WIB
berita
Duet lini depan Paris Saint Germain, Mauro Icardi (kiri) dan Kylian Mbappe, ketika merayakan gol dalam sebuah laga Ligue 1 musim ini.
MONAKO – Skor 3-3 ketika Paris Saint Germain (PSG) menjamu Monaco, Minggu (12/1) lalu membuat sejumlah fan Les Parisiens kecewa. Dalam laga itu, peran Mauro Icardi dan Kylian Mbappe di lini depan tidak signifikan. Beruntung, PSG selamat berkat bintang mereka yang lain, Neymar Junior, yang menorehkan dua gol.

Icardi, Mbappe, dan Neymar memang diturunkan secara bersama dalam pertandingan tersebut oleh pelatih Thomas Tuchel. Tepatnya dengan pola 4-4-2 dengan Neymar ditempatkan sebagai sayap kiri. Ini kali kedua secara beruntun, Tuchel menerapkan formasi tersebut.




Baca Juga :
- Pewaris Messi dan Ronaldo Itu Masa Depan Sepak Bola
- Cekcok dengan Mbappe, Thomas Tuchel Bela Keputusannya




Sebelumnya, pola 4-4-2 ini juga diterapkan ketika menggulung Saint Etienne, 6-1, pada 9 Januari. Ketiga bintang tersebut, plus ditambah dengan Angel Di Maria di sayap kanan, membuat serangan PSG memang terlihat lebih dahsyat. Meski idemikian, hasil imbang lawan Monaco tersebut memperlihatkan bahwa duet Icardi-Mbappe masih harus menemukan lagi permainan lebih baik sebagai dua mesin gol di depan.

Rabu (15/1) malam atau Kamis dini hari WIB, PSG akan kembali menghadapi Monaco, kali ini dalam laga tandang. Karena itu, ini kesempatan bagi Icardi dan Mbappe untuk menunjukkan bahwa mereka memang pasangan yang ideal. Rencana Tuchel menempatkan keduanya di lini depan kemungkinan besar untuk mengantisipasi jika memang Neymar pergi.


Baca Juga :
- Ditanya Rencana Pindah ke Madrid, Begini Jawaban Mbappe
- Wanda Nara Bongkar Rahasia, PSG Kalah Mauro Icardi Menolak Hubungan Seks


Belakangan ini, memang memperlihatkan Neymar bisa jadi akan bertahan. Tapi setiap kemungkinan masih dapat terjadi.  “Ada koneksi yang spesial antara Icardi dan Mbappe. Mereka secara konstan memberikan kerja sama, mencoba saling membantu memberikan assist,” kata Tuchel. “Saya dapat merasakan perpaduan di antara mereka.”

Namun, salah satu ukuran Tuchel di antaranya adalah kemenangan lawan Saint Etienne. Di laga tersebut, Mbappe memang memberikan dua assist bagi Icardi sedangkan Icardi memberikan satu assist kepada Mbappe. “Koneksi saya dengan Mbappe menjadi semakin mudah. Visinya soal pertandingan membuat kami saling mengerti dengan baik di lapangan,” kata Icardi.

Sedangkan Mbappe pun memberikan pujian kepada rekannya yang datang dengan status pinjaman dari FC Internazionale ini. “Dia datang dengan tenang di kamar ganti dan memberikan segalanya untuk kostum ini,” kata Mbappe.

Icardi total telah menorehkan 17 gol dari 19 pertandingan dalam semua ajang sedangkan Mbappe mencetak 19 gol dari 20 laga. Keduanya rata-rata selalu mampu mencetak gol dalam 73 menit.

Efektivitas kerja sama keduanya ini merupakan kedua terbaik dalam liga besar Eropa, hanya kalah dari duet Bayern Muenchen: Robert Lewandowski dan Serge Gnabry. Bila Mbappe sudah terlibat langsung dalam 30 gol (19 gol, 11 assist) PSG musim ini, maka Icardi melakukannya 21 kali (17 gol, 4 assist).***IRFAN SUDRAJAT DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news