news
LIGA TOPSKOR
Duta Aryanda Jadi Pemain Terbaik Liga Hansaplast TopSkor U-13 Pekan Ke-11
07 January 2020 13:41 WIB
berita
ADA anggapan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Ini yang membuat Duta Aryanda, pemain Tunas Cileungsi, mengerti bagaimana memperjuangkan mimpinya jadi pesepak bola andal tidaklah mudah. Sejak usia sembilan tahun, Duta sangat menyukai sepak bola.

Sebab itu, ia bersikeras untuk mewujudkan mimpinya dengan giat berlatih dan juga memperkaya pengalaman dengan mengikuti sejumlah kejuaraan. Karena dengan mendapat menit bermain, keahliannya dalam mengolah si kulit bundar akan terasah.




Baca Juga :
- Batu Bara, Tembaga, dan Emas Jadi “Bahan Bakar” Baru Persija
- Persija Perpaduan Sepak bola Indah Brasil dan Ketangguhan Eropa




Mental untuk menghadapi lawan pun semakin kuat. Musim lalu, Duta sudah bermain di Liga TopSkor U-12. Musim ini dia naik kelas dan menjadi salah satu andalan tim Tunas Cileungsi. Berkat pengalamannya bermain di LTS U-12, Duta sudah terbiasa dengan persaingan.

Itu yang membuat Duta selalu bisa tampil percaya diri setiap diberikan kepercayaan oleh pelatih. “Saya sering menonton Virgil Van Dijk main. Saya pelajari bermainnya dia, cara memotong bolanya sangat bagus. Dia juga kuat dalam bola udara. Saya ingin seperti dirinya,” kata Duta.


Baca Juga :
- Semen Padang Klaim Sudah Tak Punya Utang, Persekat Tegal Sikat Tim-tim Tangguh
- Shin Tae Yong Kantongi Sejumlah Catatan, Timnas Berpeluang Panggil Pemain Baru


Di mata pelatih, Duta tipikal pemain yang bisa sangat diandalkan. Kemampuan individunya membuat Duta bisa dimainkan di dua posisi vital berbeda, yakni bek tengah dan gelandang bertahan. Di dua posisi tersebut ia bisa bermain sama baiknya. Seperti yang dia perlihatkan pekan lalu saat memimpin timnya meraih kemenangan penting atas Bina Taruna 2-0.

Duta tampil sebagai tembok kokoh sekaligus leader di dalam tim. “Dia sangat disiplin, santun, dan punya komitmen untuk maju yang tinggi,” kata Panca Nano pelatih Duta di Tunas Cileungsi. Panca mengatakan Duta merupakan anak didiknya sejak usia 10 tahun.

Sebab itu ia sangat mengenal betul karakter dari bocah siswa SMPN 5 Depok ini. “Kelebihannya dalam melakukan pressing lawan. Tapi juga dia punya senjata rahasia yakni cannon ball, tendangannya keras dan terukur,” Panca menambahkan.

Meski begitu, sebagai pelatih Panca terus mengingatkannya untuk tidak cepat puas dan terus menimba pengalaman di setiap pertandingan Liga TopSkor. “Harus tetap rendah hati, terus berlatih karena pemain hebat dari proses yang panjang dan tak kenal cepat puas,” kata Panca.*FURQON AL FAUZI

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news