news
LIGA 1
Era 2020, Permainan AremaBakal Lebih Memikat
06 January 2020 22:32 WIB
berita
MALANG - Permainan Arema FC pada kompetisi Liga 1 2020 mendatang dipastikan bakal berbeda dibandingkan 30 musim kompetisi yang pernah diikuti tim Singo Edan di bawah 22 pelatih sebelumnya. Baik ketika kompetisi Galatama (1987-1993), Liga Indonesia (1994-2007), Indonesia Super League (2008-2014), QNB League (2015), Indonesia Soccer Championship (2016), maupun  Liga 1 2017-2019 lalu.

“Tak peduli pelatih baru nanti mau membawa model dan gaya sepak bola seperti apa. Terpenting karakter dan warna permainan tim jauh lebih memikat, dan kemenangan merupakan napas muruah Arema. Juga tim tidak boleh lagi, begitu mudah membobol gawang lawan, tapi juga sangat mudah  kebobolan,” ucap CEO Arema FC, Agoes Soerjanto. 




Baca Juga :
- Harapan Jokowi Usai Meresmikan Stadion Manahan Solo
- Tiga Belas Rekrutan Persita Bukan Nama Sembarangan




Pelatih anyar Arema asal Argentina, Roberto Mario Carlos Gomez menjadi pelatih pertama yang kental dengan gaya permainan khas Argentina, Tango dan kuat dalam permainan tiki taka. Prinsip terpenting semua lini wajib menguasai ruang permainan. Pemain yang cepat, berteknik tinggi, dan kecepatan dalam berpikir menjadi kebutuhannya.

Karakter sepak bola ala tiki taka dengan formasi 4-3-3 juga akan cenderung  memaksimalkan kinerja pemain sayap sebagai tumpuan serangan. Mengutamakan permainan cepat dari kaki ke kaki dengan menjaga keseimbangan posisi bertahan dan menyerang demi mengejar kemenangan demi kemenangan dalam setiap laganya.


Baca Juga :
- Ring Tinju Amatir Jadi Perkelahian Massal, Seorang Berdarah-darah Acungkan Kapak
- Persebaya vs Arema, Asprov PSSI Jatim Ulangi Kontroversi 2013


Tak pelak dalam membangun tim, Gomez sangat membutuhkan sosok pemain yang memiliki kecepatan tinggi dengan skill kualitas bagus, tak hanya ketika menyerang, tapi juga ketika bertahan.

Di sisi lain, Arema FC baru mendapatkan pemain baru, yakni bek muda Bagas Adi Nugroho dari Bhayangkara FC. Selebihnya belum ada rekrutan baru tim Singo Edan. Namun santer tiga pemain lokal bakal merapat ke tim Singo Edan, yakni winger Ilham Udin Armayn, kemudian kiper PS Tira Persikabo Teguh Amiruddin, dan bek Persib Ardi Idrus.

Selain itu, tiga pemain asing juga diisukan bakal berlabuh ke Arema FC, yaitu Jonathan Jesus Bauman (Argentina/eks Kedah FA Malaysia), Manuchekhr Nasrulloyevich Dzhalilov (Tajikistan), dan penyerang Persib Ezechiel Aliadjim N'Douassel asal Chad.

Di sisi lain, ada dua pemain bidikan Arema yang lepas, yaitu mantan kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata yang bergabung ke Bali United, dan Javlon Guseynov (Uzbekistan) diperpanjang kontraknya oleh Borneo FC.

“Manajamen Arema FC baru akan merilis pemainnya secara resmi tanggal 15 Januari 2020 nanti. Itu termasuk pemain-pemain asing dan lokal baru, serta pemain-pemain skuat 2019 yang tetap bersama Arema FC di Liga 1 2020. Total jumlahnya mungkin sama dengan Liga 1 2019 lalu, 30 pemain,” ucap Media Officer Arema Sudarmaji.

Manajemen tim asal Malang tersebut, hingga Senin (06/01/2020) kemarin, baru memiliki 10 pemain eks skuat 2019 yang terikat kontrak hingga awal Januari 2021. Yaitu kiper Kurniawan Kartika Ajie, Dedik Setiawan, Alfin Ismail Tuasalamony, Jayus Hariono, dan Muhammad Rafly. Empat peman eks Arema U-20, kiper Andreas Fransisco, Vikriyan Akbar Fatoni, Titan Agung Bagus Fawwazi, dan Zidane Pulanda. Satu lagi, Sylvano Comvalius, striker asal Belanda yang kontraknya berakhir 25 April 2021 mendatang, namun bakal dipinjamkan dengan status khusus ke Persita.***NOVAL LUTHFIANTO

 

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news