news
LIGA 1
Slamet Nurcahyo, Supersub yang Tak Senang Disebut Supersub
29 December 2019 18:40 WIB
berita
SURABAYA - Liga 1 musim 2019 sudah berakhir. Namun, masih ada kisah menarik yang tersisa. Salah satunya soal pemain pengganti terbaik atau supersub yang tak jarang mencetak gol dan jadi penyelamat bagi tim.

TopSkor coba menghimpun data tentang beberapa pemain supersub terbaik. Nomor satu ditempati gelandang serang Madura United Slamet Nurcahyo, kemudian disusul oleh penyerang PSM Amido Balde, dan di posisi ketiga ada nama striker Borneo FC Lerby Eliandri.




Baca Juga :
- PSSI Siapkan Teknologi VAR untuk Liga 1
- Fisikalisasi di Timnas Era Shin Tae Yong, Pemain Tetap Berlari di Setiap Pergantian Bentuk Latihan




Slamet tercatat 14 kali turun sebagai pemain pengganti dan 14 lainnya sebagai starter. Musim 2019 ini dia cukup produktif mencetak gol. Total tujuh gol sudah dia hasilkan, lima di antaranya dicetak ketika turun sebagai supersub.

Kemudian di urutan kedua ada nama Balde. Striker yang baru memperkuat PSM di putaran kedua ini tercatat turun sebagai pemain pengganti sebanyak tiga kali. Tiga kali itu juga dia selalu mencetak gol. Sayangnya tim yang dia perkuat selalu kalah ketika Balde diturunkan sebagai pengganti.


Baca Juga :
- Rohit dan Toncip Siap Mematikan Pergerakan Makan Konate
- Laskar Joko Tingkir Tak Keder Dikelilingi Tim Top Jatim


Sementara itu di urutan ketiga ada nama striker Borneo FC Lerby Eliandri. Bersaing dengan striker asing Matias Conti di lini depan tim Pesut Etam, tak membuat Lerby tidak produktif. Dia tercatat mencetak 10 gol dan selama turun 12 kali sebagai pemain pengganti berhasil mencetak tiga gol.

Sementara itu secara kuantitas yang terbanyak tampil sebagai pemain pengganti adalah winger muda Borneo FC M. Sihran. Dia tercatat tampil sebagai pengganti sebanyak 18 kali dan mencetak satu gol. Selain Sihran ada juga nama penyerang Bhayangkara FC Herman Dzumafo. Dia tercatat tampil 557 menit sebagai pengganti dan berhasil mencetak tiga gol.

Slamet Nurcahyo ketika dikonfirmasi TopSkor mengaku kurang setuju dengan sebutan sebagai pemain supersub terbaik Liga 1 2019. Pasalnya, banyak juga laga yang dilaluinya sebagai starter Madura United. “Itu tergantung keputusan pelatih juga," kata Slamet.

Disinggung mengenai gol yang lebih banyak dihasilkan ketika tampil sebagai pemain pengganti, Slamet menyatakan kuncinta selalu fokus dalam pertandingan. “Ketika duduk di bangku cadangan ya mengamati. Bukan hanya duduk saja. Mencari celah kelemahan lawan,” ucap Slamet.

Namun, dia mengaku lebih suka tampil sebagai starter ketimbang sebagai cadangan. Hanya saja soal turun atau tidaknya dia tergantung dari strategi yang diterapkan pelatih.

“Di Liga Indonesia kan lebih banyak playmaker asingnya, jarang pemain lokal. Tidak mungkin juga memainkan dua playmaker secara bersamaan," kata Slamet menyebut posisi favoritnya sebagai playmaker.

Namun, Slamet mengaku sudah paham dengan strategi tim. “Jika di kandang kami biasanya menggunakan dua gelandang serang. Kalau itu yang dibutuhkan saya main. Kalau laga tandang biasanya dua gelandang bertahan yang dipakai. Saat itu saya biasa tampil bergantian dengan Diego Assis,” ujar mantan pemain Persebaya ini.*MUHAMMAD BAHRUL MARZUKI

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news