news
LIGA TOPSKOR
SSB Bina Taruna Semakin Terdepan dalam LTS U-16
24 December 2019 07:44 WIB
berita
Bina Taruna U-16 (kiri) saat menghadapi Maesa Cijantung - TopSkor/Choirul Huda
JAKARTA – Bina Taruna tak terbendung pada pekan keempat Grup Skor Liga TopSkor U-16 2019. Itu berkat torehan 10 poin dari tiga kemenangan dan sekali imbang. Teranyar, pasukan Saut Lumban Tobing ini mengatasi perlawanan Maesa Cijantung, skor 2-0, di Lapangan Yon Zikon 14, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12).
Dua gol Bina Taruna tercipta dengan cepat pada babak pertama. Itu berkat aksi Muhammad Rayhan Hannan pada menit ketujuh, dilanjutkan Faiz Maulana (11). Hasil tersebut mengokohkan tim asal Rawamangun, ini di puncak klasemen sementara Grup, unggul satu angka atas FASS Junior, di posisi kedua.

Pada pertandingan lainnya, Kabomania gagal menyamai pencapaian Bina Taruna, karena pasukan Charles Putiray itu ditahan Satria Muda tanpa gol. Hasil ini jadi antiklimaks mengingat Kabomania lebih diunggulkan. Padahal, dalam laga sebelumnya, Satria Muda selalu kalah dengan kebobolan enam gol.




Baca Juga :
- Liga TopSkor U-13: Libas Bina Taruna, GMSA Semakin Dekat ke Perempat Final
- Pembibitan Prestasi Bhayangkara FC Sukses dalam Elite Pro Academy 2019




Yang menarik, justru Satria Muda yang tampil lebih mendominasi. Hasil ini sekaliugus jadi poin pertama tim asal Pasar Kemis, Tangerang ini. Dengan kata lain, hanya tinggal Maesa Cijantung yang belum bisa memecahkan telur kebuntuan. Maesa selalu kalah dalam empat pertandingan beruntun.

“Sebelum pertandingan, saya sudah katakan kepada pemain. Jangan lihat (posisi di klasemen) itu. Terbukti, Satria Muda tampil baik. Semangat mereka juga bagus,” Charles, menganalisis. “Meski, itu juga karena kami kurang pemain. Itu mengingat sekolah sedang libur. Jadi banyak anak-anak yang di luar kota.”


Baca Juga :
- Skuat Bali United Semakin Lengkap saat Menjamu Persib
- REMCI Ingin Kejutkan Bina Taruna dalam Pembukaan Liga TopSkor U-17 2019/20


Sementara itu, ASIOP digulung RMD Batavia dengan skor 0-2, dan PCM ditahan 1-1 oleh Metro Kukusan. Bagi PCM, hasil imbang itu jadi yang ketiga beruntun. Kendati belum terkalahkan, tapi skuat asuhan Rodit Hidayat itu masih geregetan dan penasaran untuk meraih kemenangan perdana musim ini.

Selain itu, Rodit menyesalkan faktor nonteknis yang dialami timnya, yakni intervensi dari orang tua pemain. Terutama, teriakan dan instruksi yang membuyarkan konsentrasi.  “Itu yang kami sesalkan. Mereka, (orang tua) kerap ini-itu memberi instruksi yang adakalanya berseberangan dengan tim pelatih,” Rodit, menjelaskan.* Choirul Huda 

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news