news
UMUM
Pengakuan Wasit Terbaik Liga 1 2019 soal Match Fxing, Tekanan, dan Cerita FIFA
24 December 2019 06:15 WIB
berita
Wasit Yudi Naurcahya saat memimpin pertandingan - TopSkor/Husni Yamin
JAKARTA – Beberapa waktu lalu, Yudi Nurcahya mendapat sertifikat lisensi FIFA. Artinya, bertambah lagi wasit Indonesia yang berhak memimpin pertandingan internasional. Kebetulan, Minggu (22/12), pria asal Jawa Barat ini dinobatkan sebagai wasit terbaik Liga 1 2019.

Bukan sekadar prestasi, ini tantangan bagi Yudi. Pasalnya, pekerjaan wasit masih dianggap sebagai profesi mafia oleh sejumlah kalangan. Bagaimana Yudi melihat situasi ini sekaligus gelar yang baru diraihnya? Berikut wawancara eksklusif TopSkor dengan wasit yang sempat dilaporkan Persija ini:




Baca Juga :
- Enam Tim Sumatera Mulai Bersiap Merebut Tiket Liga 1
- Wawancara Eksklusif Luciano Leandro: Persija Juara? Tidak Jaminan




Selamat atas predikat wasit terbaik Liga 1 2019?

Jujur saja saya tidak menyangka saya terpilih sebagai wasit terbaik, karena memang tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Penghargaan ini bukan untuk saya saja. Jika diibaratkan saya hanya perwakilan saja. Penghargaan ini untuk semua wasit yang sudah berusaha bekerja dengan baik dalam setiap pertandingan.


Baca Juga :
- Peringati Hari Jadi ke-20 Tahun, Pasoepati Gelar Event Akbar di Stadion Manahan
- Fisik, Integritas, dan Mental Wasit Liga 1 Akan Ditempa di Kostrad TNI


Apakah penghargaan ini menjadi impian?

Kalau menurut saya penghargaan ini bukan tujuan utama dari setiap wasit. Tujuan kami berada setiap pertandingan, bagaimana kinerja kami agar berjalan dengan baik, memimpin dengan benar, dan adil.

Apakah harapan besar Anda?

Harapan saya hanya ingin setiap wasit bisa dipercaya dengan semua pihak. Apalagi wasit saat ini lebih sering dipandang sebelah mata. Kami dianggap selalu menjadi kambing hitam dari kekalahan suatu tim. Beberapa tahun ini wajah wasit sedang buruk, mungkin ke depan saya ingin membuktikan dan memperbaiki semua prasangka buruk pecinta sepak bola terhadap wasit.

Apa target Berikutnya?

Kalau target tentu ingin berkiprah di internasional. Alhamdulillah saya tahun ini sudah menyusul Thoriq Alkatiri masuk dalam jajaran elit. Semoga bisa terus berkarier lebih baik lagi, karena ini adalah tahun pertama. Saya juga belum dapat tugas dari elite itu karena baru lulus bulan kemarin. Terdekat target bisa berkiprah di AFC dulu.

Bagaimana ceritanya sampai dapat lisensi wasit FIFA?

Saya mulai mengikuti recruitment di Malaysia itu sekitar September dan Oktober 2018. Setelah itu ada penilaian, yaitu assessment dan assessor juga yang datang langsung ke Liga kita. Kami melewati tiga kali assessment di Liga 1 2019 ini dan alhamdulillah lolos. Kemudian, November lalu mengikuti seminar untuk seleksi terakhir. Semoga saja tahun depan saya sudah bisa ditugaskan.

Suka duka menjadi wasit?

Kalau berbicara suka dan duka tahun ini lebih berat dengan isu match fixing. Jadi kami yang selalu disorot sebagai perangkat pertandingan yang buruk. Hal itu membuat ketidaknyamanan kami dalam memimpin pertandingan. Baru masuk lapangan saja suporter sudah mengucilkan kami. Kami dianggap yang paling buruk. Hal itu yang cukup berat saya lalui di tahun ini.

Sempat mendapat tawaran dari mafia?

Kalau untuk hal itu, belum sempat terjadi di diri saya ya. Jujur saya sendiri tidak tahu bagaimana mafia bola itu masuk ke ranah wasit, bagaimana mereka bekerja dan lain-lainnya.

Apa aktivitas di luar wasit?

Kesibukan saya mengajar di salah satu universitas negeri di Bandung. Saya sendiri mengajar di bidang olahraga.

Apa cita-cita kecil Anda?

Kalau cita-cita saya dulu lebih ingin menjadi pemain sepak bola.  Sayang saja tidak mendapat restu dari orang tua. Ketika itu saya sempat bermain sepak bola sampai tingkat daerah. Sempat ikut seleksi PON Jabar 2005, tetapi tidak terpilih. Lalu pernah juga ingin ikut divisi dua ke Kalimantan tetapi kembali orang tua tidak mengizinkan. Dari situ orang tua saya menawarkan untuk berkiprah menjadi wasit. Awalnya mencoba saja, tetapi ketika dijalankan saya senang dan bisa sampai sekarang ini.* Nizar Galang Gandhimar

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news