news
LIGA INGGRIS
Bermain Simpel Jadi Kunci Man. City Kalahkan Leicester
23 December 2019 14:15 WIB
berita
Pemain Man. City merayakan gol ketiga yang mereka cetak ke gawang Leicester di Etihad, akhir pekan lalu./Istimewa
MANCHESTER – Manchester City FC bangkit dari ketertinggalan untuk mengakhiri rapor tak terkalahkan Leicester City FC dalam sembilan laga Liga Primer. The Citizens menang 3-1 di Stadion Etihad, Sabtu (21/12), itu. Hasil ini juga menjadi prestasi bersejarah bagi skuat Josep “Pep” Guardiola tersebut karena menandai kemenangan ke-250 dari 379 laga mereka di divisi utama dalam satu dekade terakhir.

Man. City terlihat akan kehilangan posisi dalam perburuan gelar musim ini kala Jamie striker Leicester Vardy melanjutkan performa cemerlangnya dengan mencetak golnya yang ke-17 di Liga Primer 2019/20 pada menit ke-22. Tetapi, The Citizens memberi respons layaknya juara bertahan setelah Riyad Mahrez dan penalti Ilkay Guendogan membalikkan skor 2-1 sebelum jeda.




Baca Juga :
- Manchester City Petik Kemenangan Penting atas Real Madrid di Santiago Bernabeu
- CAS Konfirmasi Banding yang Diajukan Manchester City




Enam menit setelah gol Vardy, Mahrez menghantui bekas The Foxes, yang merupakan klubnya, ketika tendangannya membentur badan bek Caglar Soyuncu, lalu masuk ke gawang, untuk menjadikan skor 1-1. Harapan tim tamu untuk mencari perlindungan, sirna ketika eksekusi penalti Guendogan menghukum aksi Ricardo Pereira yang melanggar Raheem Sterling di area terlarang.

Pada pertengahan babak kedua, Kevin De Bruyne yang menginspirasi permainan Man. City sejak awal laga, melayangkan umpan silang kepada striker Gabriel Jesus yang kemudian mencetak gol liga pertamanya di Etihad sejak Januari lalu. The Citizens pun memastikan kemenangan keempatnya secara beruntun di semua kompetisi dan kini hanya satu poin di belakang, Leicester, yang masih menempati posisi kedua klasemen.


Baca Juga :
- Kurang Gairah, City Kalahkan Leicester dengan Skor Tipis
- Manchester City Kalahkan West Ham di kandang


Guardiola menggambarkan kinerja Man. City saat melawan Leicester sebagai laga yang paling menyenangkan baginya musim ini. “Ketika kami bisa mengendalikan (bola), kami bisa bermain seperti melawan Leicester,” kata pelatih asal Spanyol itu mengakui. “Kami pun sangat agresif ketika tanpa bola dan itu terlihat dari cara kami menekan. Kami bisa maksimal karena bermain simpel.”

Pep menjelaskan cara itu merupakan kunci kemenangan mereka atas The Foxes. “Kami memainkan satu-dua sentuhan, mengoper bola, dan selanjutnya adalah kualitas pemain yang menggulirkannya sampai di depan. Saya, juga penonton seperti para penggemar, suka melihat tim saya bermain seperti itu.”

Dengan raihan tiga poin atas Leicester, Man. City kini telah memenangi 250 laga Liga Primer selama 10 tahun terakhir. Mereka menjadi tim kedua yang mencatatkan prestasi itu sejak Manchester United FC (MU) selama tahun 2000-an (255). Tetapi, raihan poin kumulatif City (815) selama satu dekade terakhir lebih banyak 74 poin dibanding rival sekota mereka tersebut.

Rodgers Positif

Leicester yang tak terkalahkan dalam 11 laga mereka sebelumnya di semua kompetisi,  akhirnya kebobolan lebih dari tiga gol dalam laga Liga Primer untuk kali pertama dalam 28 pertandingan. Dan, seperti diakui oleh pelatih Brendan Rodgers, hal itu bisa lebih buruk jika bukan karena beberapa aksi penyelamatan brilian yang dilakukan kiper Kasper Schmeichel.

Bagi Rodgers, kekalahan ini menunjukkan dengan tepat di mana posisi Leicester saat ini dalam hal mempertahankan tantangan gelar. Bahwa Vardy dan kawan-kawan belum sampai ke tahap itu. “Terhadap lawan sekelas (Man. City) itu, ini adalah pelajaran yang baik bagi kami," kata pelatih berkebangsaan Irlandia Utara tersebut.

“Fakta posisi kami masih di depan Man. City menunjukkan seberapa baik kami telah bermain musim ini, tetapi ada banyak pembelajaran bagi kami. Tak ada keluhan tentang hasil laga ini. Di babak pertama kami tidak bagus sama sekali. Kami sedikit lebih baik di babak kedua, tapi itu bukti jalan panjang yang harus dilalui skuat muda saya.”

Toh, Rodgers tetap memuji skuat Leicester. “Mereka brilian. Jika Anda bertanya kepada saya pada Agustus ketika kami mulai, apakah Anda akan mengambil posisi kedua di liga dan semifinal Piala Liga pertama kami, ya, kami akan mengambilnya. Namun kami masih punya begitu banyak yang harus diperbaiki.”***NURUL IKA HIDAYATI

Rapor Man. City di Liga Primer dalam Satu Dekade Terakhir
Total laga: 379
Menang: 250
Seri: 65
Kalah: 64
Selisih Gol: +502
Poin: 815
Poin per laga: 2,15
Persentase menang: 65,9%

 

 

 

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news