news
LIGA 1
Patahkan Rekor Tiga Tahun dan Selamat dari Degradasi, Djanur Bakal Dapat Kontrak Baru
23 December 2019 11:13 WIB
berita
Pemain Barito Putera mengepung pemain Arema FC - TopSkor/Media Barito Putera
MARTAPURA – Keberhasilan Barito Putera menumbangkan Arema FC di Stadion Demang Lehman, dalam laga pemungkas liga 1 2019, Minggu (22/12), membuat status Djadjang Nurdjaman aman. Pria asal Majalengka itu kemungkinan besar mendapat kontrak baru bersama Laskar Antasari.

Kemenangan 3-0 itu menjadi torehan baru bagi Barito Putera. Pasalnya, dalam sembilan pertemuan sebelumnya, atau sejak era Liga 1, Barito Putera tak pernah menang atas Arema. Rinciannya, tujuh kali kalah dan dua kali seri. Ditambah lagi, Djanur, sapaan Djadjang Nurdjaman, menyelamatkan Barito Putera dari degradasi.




Baca Juga :
- Ahsan/Hendra Keringatan ke Semifinal dengan Skor Tipis-tipis lawan Orang Cina Taipei
- Inter-Giroud Sudah Salaman tapi Chelsea Masih Tahan Harga, Tidak Mahal juga Kok




Saat datang menggantikan Jacksen Fereira Tiago pada pekan ke-16, Barito Putera bertengger di zona degradasi, tepatnya peringkat ke-17. Hanya dalam tujuh pekan, Djanur akhirnya membawa Rizky Rizaldi Pora dan kawan-kawan keluar dari zona merah hingga akhir musim.

Saat awal didatangkan, CEO Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman dengan tegas mengatakan, Djanur akan aman hingga akhir musim, apapun yang terjadi. Dengan fakta bahwa kini Barito Putera bertahan dalam Liga 1 2020, walau bertengger di peringkat ke-13, masa depannya cukup aman.


Baca Juga :
- Speed! Kecepatan Pukulan Pacquiao Lebih Cepat daripada Kedipan Mata, Ini Penjelasannya
- Mulia! Kiper Brighton Ini Nyumbang 500 Dolar untuk Tiap Penyelamatan di Pekan ke-22


Fakta lainnya, Barito Putera tak suka gonta-ganti pelatih. Tim dengan kostum kebesaran warna kuning ini juga sangat respek dengan pihak-pihak yang berjasa. Hal ini pula yang diyakini menjadi faktor Djanur bertahan di Kalimantan Selatan, walau belum ada pernyataan resmi dari manajemen Barito Putera.

“Musim ini, sejak saya masuk tim, kami bisa keluar dari zona degradasi dan sesua janji ke manajemen, tim akan bertahan di Liga 1 2020. Arema sendiri tampil bagus meski mereka banyak diperkuat pemain intinya. Terima kasih untuk para pemain dan dukungan manajemen serta suporter,” ujar Djanur.

Sebeliknya, kekalahan ini membuat posisi pelatih Arema FC Milomir Seslija, sangat tidak aman. Namun, sejatinya, Seslija tak bisa jadi kambing hitam. Sebab, skuat Arema tak pernah komplet sepanjang musim ini, sama seperti saat menghadapi Barito dengan sejumlah pilar absen karena berbagai alasan.

Kepeda TopSkor, Seslija mengakui bhawa Barito Putera tampil lebih bagus dan tenang. Absennya sembilan pilar, disebutnya jadi alasan utama kekelahan ini. “Hasil yang sangat mengecewakan. Saya berharap tadinya minimal satu poin bisa kita ambil di kandang Barito Putera. Anak-anak bermain kurang sabar,” kata Seslija.  

Adapun tiga gol Barito Putera dilesakkan Yakob Sayuri pada menit ke-19, Rizky Rizaldi Pora pada menit ke-74, dan sepakan Rafael Silva pada menit 90+3. “Saya minta maaf untuk Aremania dan manajemen, karena tim hanya ada di posisi ke sembilan, tak sesuai target urutan ketiga," ucap Milo, sapaan akrab Milomir Seslija.* Noval Luthfianto 

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news