news
LIGA INGGRIS
Chelsea Harus Waspadai Rekor Mourinho yang Satu Ini
21 December 2019 13:20 WIB
berita
Striker Tottenham Harry Kane (kanan) akan sangat diandalkan pelatih Jose Mourinho untuk mencetak gol saat melawan Chelsea di laga pekan ke-17 Liga Primer, Minggu (22/12).
LONDON - Ada yang berbeda saat berlangsungnya Derbi London pada laga pekan ke-17 Liga Primer, Minggu (22/12) nanti. Selain memperebutkan posisi empat besar klasemen, laga antara Tottenham Hotspur dan Chelsea FC ini juga menyajikan duel antara guru dan murid, Jose Mourinho versus Frank Lampard.

Mourinho mengambil alih jabatan pelatih Tottenham dari Mauricio Pochettino pada 20 November. Saat itu, The Lilywhites terpuruk di peringkat ke-15 klasemen Liga Primer dengan jarak 12 poin dari peringkat keempat (posisi terbawah di zona Liga Champions) yang diduduki Chelsea.




Baca Juga :
- Chelsea Tumbangkan Spurs di Stamford Bridge
- Derby London Chelsea vs Tottenham, Mourinho Tahu Taktik Lampard, tapi Emoh Beberkan




Pelatih asal Portugal itu langsung memberikan pengaruh signifikan terhadap performa Tottenham. Spurs memenangi empat dari lima laga pertama di Liga Primer bersama Mourinho. Hasil ini mengangkat mereka ke peringkat kelima dengan jarak hanya tiga poin dari Chelsea di peringkat keempat.

Jika memenangi Derbi London akhir pekan ini, Tottenham bakal menggeser Chelsea dari peringkat keempat berkat keunggulan selisih gol. Keberadaan Mourinho membuat The Lilywhites layak optimistis merebut tiga poin penuh dari The Blues. Maklum, pelatih berjulukan The Special One itu punya rekor impresif saat melawan bekas klubnya, khususnya, saat bermain di kandang. 


Baca Juga :
- Mumpung Gratis! Inter Incar Dua Bintang Belgia Sekaligus
- Harry Maguire Siram Garam ke Luka Chelsea, Mantan Wasit Ini Sebut Bek MU Harusnya Dikartu Merah


Mourinho memenangi 12 dari 13 laga di kandang lawan klub-klub yang pernah dia latih sebelumnya. Catatannya melawan Chelsea pun lumayan: empat kali menang, empat kali kalah, dan sekali imbang, dalam sembilan pertemuan. Duel-duel melawan The Blues itu dilakoninya saat menangani FC Internazionale dan Manchester United.

Mourinho juga punya rekor meyakinkan saat menghadapi para mantan “muridnya” dengan tak penah kalah dalam 10 pertemuan. Hasil itu dia raih lawan Andre Villas-Boas (mantan asistennya di FC Porto, Chelsea, dan Inter), Brendan Rodgers (yang pernah direkrut Mourinho untuk melatih tim junior Chelsea), Aitor Karanka (bekas asistennya di Real Madrid), dan Nuno Espirito Santo (mantan pemain asuhannya di Porto).

Superioritas Mourinho atas para bekas muridnya mirip dengan yang berlaku bagi Sir Alex Ferguson. Pelatih asal Skotlandia itu selalu unggul dalam setiap pertemuan dengan dua mantan pemain asuhannya di MU, Steve Bruce dan Mark Hughes, sejak mereka beralih profesi jadi pelatih. 

Mourinho juga sempat sekali bertemu Lampard ketika mantan gelandang andalannya di Chelsea itu telah jadi pelatih. Pertemuan itu terjadi pada putaran ketiga Piala Liga musim lalu antara MU yang ditangani Mourinho dan tim Championship Derby County yang dilatih Lampard. Laga itu berakhir imbang 2-2 sebelum akhirnya dimenangi Derby 4-2 lewat adu penalti. 

Pengalaman itu pula yang membuat Lampard optimistis bisa kembali menaklukkan Mourinho. “Dalam pikiran saya sebagai seorang profesional, saya selalu ingin unggul saat melawan yang terbaik,” ucap Lampard. “Ketika menghadapi pelatih-pelatih seperti Pep Guardiola dan Juergen Klopp, saya selalu berpikir: ‘Bisakah saya menunjukkan kemampuan saya di hadapan para pelatih luar biasa ini? Jadi, saya juga punya pikiran sama pertandingan ini.’” 

Lampard tidak menampik bahwa Mourinho telah berhasil mengembalikan Tottenham dalam persaingan di posisi empat besar. Karenanya, dia memperingatkan para pemain Chelsea agar mengerahkan kemampuan terbaik mereka untuk meredam Harry Kane dan kawan-kawan.

“Kami tahu rekor yang dimliki Jose sebagai pelatih juara. Dia selalu meraih gelar di klub manapun yang ditanganinya,” ujar Lampard. “Tottenham sempat mengalami start yang sulit, tapi mereka masih punya para pemain yang bersinar musim lalu. Jadi, dengan udara segar yang dibawa Jose Mourinho, mereka jelas akan kembali jadi rival di posisi empat besar.”***RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news