news
LIGA INGGRIS
Sang Pengatur Irama Permainan Spurs Bakal Pergi Januari Nanti
20 December 2019 13:55 WIB
berita
Gelandang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen, bakal pergi dalam bursa transfer Januari nanti.
LONDON – Ketika Jose Mourinho meraih kemenangan dalam debutnya sebagai pelatih Tottenham Hotspur, pria asal Portugal ini menganalogikan bahwa musik kembali terdengar. “Bayangkan, 11 bulan tanpa musik di ruang ganti, tanpa senyum, tanpa kegembiraan,” kata Mou, menggambarkan kondisi muram yang dirasakan Harry Kane dan kawan-kawan sebelum kemenangan atas West Ham United, 23 November lalu itu.

 




Baca Juga :
- Dua Pemain Ini Diprediksi Masuk Kloter Pertama Hall of Fame Liga Primer
- Liga Primer Akan Luncurkan Hall of Fame Pada Maret Mendatang




Dalam enam laga sebelumnya ketika masih di bawah asuhan Mauricio Pochettino, Tottenham memang menurun drastis. Hanya menang sekali dalam tujuh laga terakhir Liga Primer.

 


Baca Juga :
- Lelucon Virus Corona, Dele Alli Dilarang Satu Pertandingan
- Bek Mahal Juventus Ini Berdarah-darah, Fan Bandingkan dengan Tyson Fury


Kini, sejak kemenangan atas West Ham, Spurs meraih empat kemenangan dalam lima laga terakhir. Termasuk mengalahkan Wolverhampton Wanderers, pekan lalu. Ya, musik permainan Tottenham memang mulai terasa dentumannya dengan kedatangan Mourinho.

Namun, Mourinho tampaknya harus siap kehilangan salah satu pemainnya yang sebenarnya mampu memberikan ciri khas musik klub asal London ini. Pemain tersebut adalah Christian Eriksen.

Bintang asal Denmark ini sudah menjadi bagian penting dari perjalanan Spurs sejak 2013. Eriksen sudah ada di klub ini bahkan sebelum kedatangan Mauricio Pochettino. Eriksen telah tampil dalam 296 laga dalam semua ajang untuk Spurs, menorehkan total 68 gol dan memberikan 89 assist.

Antara jumlah gol dan assist, memperlihatkan bahwa bintang 27 tahun ini merupakan pemain yang kerap berada di balik terciptanya gol-gol Spurs. Karena itulah, dia adalah musik yang menjadi jiwa bagi kekuatan serangan timnya ini. Eriksen adalah gelandang serang, playmaker, dan sekaligus juga mampu menjadi pencetak gol dan pemberi assist.

Dia adalah pemain yang lengkap untuk kategori pemain menyerang. Kemenangan atas Wolves pada 15 Desember lalu itu, contoh bagaimana Eriksen mampu membuat keajaiban meski diturunkan hanya sekitar satuatau dua menit sebelum laga akan berakhir.

Ketika itu, Mourinho boleh jadi tidak menyangka bahwa Eriksen yang diturunkan pada menit ke-89 justru mampu memberikan kontribusi krusial yang menentukan kemenangan timnya dalam laga tersebut.

Gol penentu kemenangan Spurs dalam pertandingan tersebut memang diciptakan Jan Vertonghen pada menit ke-90+. Namun, gol tersebut tercipta karena assist yang diberikan Eriksen.

Dengan demikian, hanya dalam waktu sekitar satu menit setelah masuk ke lapangan, mantan pemain Ajax Amsterdam tersebut telah memberikan efek positif yang sangat besar. Karena aksi dan performa Eriksen di laga itu pula, namanya pun semakin menjadi perhatian.

Momen tersebut memberikan magnet kuat bagi klub-klub besar untuk bersaing mendapatkan kapten timnas Denmark ini. Kontrak Eriksen yang akan berakhir pada Juni 2020 nanti pun kembali diulas pers Eropa khususnya Inggris.

Eriksen telah menolak tawaran perpanjangan kontrak. Jika Spurs tidak menemukan pembeli, mereka harus melepas bintang ini dengan status bebas transfer. Setelah begitu panjang kariernya di Spurs, tidak satu pun gelar berhasil diraih. Termasuk sukses membawa timnya ke final Liga Champions musim lalu tapi kalah dari Liverpool.

Serangkaian kegagalan tersebut yang kemudian memunculkan kabar bahwa ada sejumlah pemain yang dipertanyakan tekadnya untuk melanjutkan karier di Spurs. Eriksen salah satu pemain tersebut. Intinya, jika dia masih berada di Tottenham, dia tidak akan meraih gelar apapun.

Kondisi tersebut merupakan musik yang enak di dengar oleh sejumlah klub besar. Real Madrid sudah menginginkannya sejak awal musim ini, lalu ada Bayern Muenchen yang tertarik, Juventus, dan tentu saja Barcelona.

Di Madrid, Zinedine Zidane menginginkan Eriksen untuk memperkuat barisan tengah timnya. Eriksen juga menjadi bagian dari rencana Presiden Madrid, Florentino Perez untuk membentuk Galacticos lagi di timnya.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan Spurs akan melepas bintangnya ini justru ke klub Liga Primer lainnya. Manchester United (MU), di antara klub yang disebut-sebut memiliki peluang mendapatkan Eriksen. “Kami tidak keberatan bernegosiasi dengan rival kami,” kata Presiden Spurs, Daniel Levy, terkait kemungkinan Eriksen bergabung ke klub Liga Primer.

Sinyal dari Levy tentu menjadi ancaman bagi Madrid dan klub peminat lainnya jika tidak segera melakukan perburuan untuk mendapatkan Eriksen. Levy menegaskan, masa depan Eriksen dengan situasi saat ini akan sangat bergantung dari si pemain sendiri. Termasuk kemungkinan tetap bertahan di Spurs. “Itu harus berasal dari pemain sendiri. Ada pemain yang ingin pergi dan ada yang ingin tetap tinggal,” dia menambahkan.

Dengan demikian pula, Mourinho yang memiliki kontrak empat tahun di Spurs, harus segera mencari pengganti Eriksen dan tentu itu bukan sesuatu yang mudah. Target sudah ada, di antaranya gelandang AS Roma, Nicolo Zaniolo.

Atau pemain yang masih menjadi cadangan di Madrid, James Rodriguez. Namun, sebelum Januari datang, Spurs masih berharap Eriksen membuat keajaiban lagi ketika menghadapi Chelsea, pekan ini.*

loading...
I
Penulis
Irfan Sudrajat
news
news