news
LIGA 2
Di 2020, Klub Liga 2 Wajib Punya Klub Akademi
18 December 2019 12:11 WIB
berita
JAKARTA - Kepengurusan PSSI yang baru sudah mulai berbenah untuk merencanakan kinerja di tahun mendatang. Dengan di bawah kepemimpinan Ketua Umum PSSI yang baru, yakni Komjen Pol. Mochamad Iriawan tentu publik sangat berharap perubahan ke arah yang lebih baik.

Keinginan untuk merubah dan memperbaiki pesepak bolaan tanah air ke depan juga menjadi tujuan yang ingin dicapai dan direalisasikan Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Salah satu anggota Exco PSSI Yoyok Sukawi menilai sudah saatnya sepak bola Indonesia lebih baik dan berprestasi.




Baca Juga :
- Harapan Jokowi Usai Meresmikan Stadion Manahan Solo
- MNC Vision Networks Resmi Siarkan Liga 1 2020




Untuk menuju ke sana, pria yang juga menjabat CEO PSIS ini mengatakan federasi sudah mulai merencanakan beberapa program. “Sebenarnya banyak sekali yang sudah kami bicarakan dalam rapat kecil. Bagaimana membenahi masalah dengan berkaca dari kompetisi musim ini. Salah satunya mengenai denda-denda yang diterima oleh klub jika mereka melanggar,” ujar Yoyok.

Mantan Wali Kota Semarang periode 2000 - 2005 dan 2005 – 2010 ini menjelaskan PSSI ingin agar hukuman setiap pelanggaran itu lebih adil. “Salah satu contoh ada suporter klub menyalakan satu flare didenda sekian, lalu kemudian terjadi kembali suporter lain menyalakan flare lebih banyak tetapi denda Komdis sama. Hal ini akan kami kaji kembali hukuman yang pantas dan membuat jera. Sehingga adil dan tidak ada yang dirugikan,” Yoyok menambahkan.


Baca Juga :
- Belanja Hemat, Barito Siap Orbitkan 16 Pemain Muda
- Ide Jitu Farias Gunakan Formasi Cemara untuk Persija


Selain itu, program pengembangan usia muda yang sudah dijalankan sejak musim ini akan mempertahankan. Salah satunya mengubah dan memperbaharui sisteim kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16 dan U-18 untuk musim mendatang. Sistem ini diharapkan agar dalam jangka panjang nanti Indonesia selalu mempunyai bibit pemain yang terbaik.

“Saat ini memang sudah cukup baik dalam pengembangan usia muda, FIFA juga meminta untuk melanjutkan. Tentu saja pengurus sekarang akan mempertahankan. Kami juga sudah merencanakan tahun depan Liga 2 wajib dengan U-18. Kalau dilihat drafnya akan diusulkan tahun depan. Namun saya juga belum bisa memastikan jika sebelum di sahkan di Kongres Januari nanti,” ujar Yoyok.

Yoyok juga mengatakan kepengurusan PSSI saat ini juga sudah memikirkan bagaimana mengembangkan sepak bola wanita. Seperti diketahui, Indonesia baru pertama kali menggelar kompetisi sepak bola wanita tahun ini, yakni Liga 1 Putri 2019. PSSI pun berencana lebih menyempurnakan ajang ini musim depan.

“Untuk secara detailnya setiap bagian-bagian untuk rencana perubahan yang lebih baik lagi memang belum sempurna. Karena pengurus yang baru ini perlu buat Komite-komite yang baru. Sejauh ini memang sedang disusun untuk Komite itu sendiri. Nanti akan ada 12 Komite yang baru siapa saja yang bertugas, nanti baru kami bekerja dan dalami kembali,” kata Yoyok.

 

Pelatih Timnas

Sementara itu, terkait pelatih baru untuk timnas Indonesia federasi sudah menyepakati satu nama dari dua kandidat kuat yaitu Shin Tae Yong dan Luis Milla. Sayangnya Yoyok belum bisa memberikan informasi secara detail karena semua keputusan itu berada di tangan Ketum PSSI.

“Memang setelah pertemuan kami dengan Presiden RI Joko Widodo kemarin. Kami mengadakan rapat bersama jajaran untuk membicarakan mengenai pelatih. Semua Exco sudah mengeluarkan pendapatnya masing-masing dan Pak Ketum juga sudah menyebutkan satu nama,” ucap Yoyok.

“Kembali lagi saya tidak ada wewenang untuk memberikan informasi, karena semua kendali ada di Ketum. Saya rasa jika mengikuti proses sejak awal hingga sampai saat ini publik sudah mengetahui siapa yang akan menjadi pelatih selanjutnya untuk timnas.”*NIZAR GALANG GANDHIMAR

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news