news
LIGA 1
Hujan Kartu Merah Iringi Turunnya Semen Padang ke Liga 2 2020
14 December 2019 13:05 WIB
berita
Pemain PSIS Syafrudin Tahar (kanan) coba mengadang striker Semen Padang Karl Marx/Foto:TopSkor/Sri Nugroho
MAGELANG – Semen Padang akhirnya dipastikan menjadi salah satu dari tiga tim yang terdegradasi dari Liga 1 2019. Kepastian ini didapat setelah Kabau Sirah kalah 0-2 dari PSIS Semarang pada pekan ke-32 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jumat (13/12) malam.

Dua gol PSIS yang menjerumuskan Kabau Sirah, julukan Semen Padang, ke Liga 2 2020 diciptakan oleh Bruno Silva menit ke-44 lewat titik penalti dan Hari Nur Yulianto pada injury time babak kedua. Kekalahan dari PSIS membuat Semen Padang terpaku di posisi juru kunci klasemen dan mengumpulkan nilai 31.




Baca Juga :
- Taufik Hidayat Resmi Berkostum Arema FC
- Kabau Sirah Gagal Happy Ending di Padang




Dengan hanya tersisa dua laga musim 2019, Yu Hyun Koo dan kawan-kawan dipastikan tidak dapat lagi menyamai poin yang kini dimiliki tim peringkat ke-15 atau zona aman yakni Barito Putera yang mengantongi 40 poin. Ini berarti Semen Padang hanya mampu bertahan satu musim di Liga 1 karena mereka merupakan tim promosi musim ini.

Turun tanpa dua andalannya yakni kiper Teja Pakualam dan gelandang Irsyad Maulana, tim asuhan Eduardo Almeida itu sebenarnya tampil dengan gairah tinggi untuk menjaga peluang bertahan di Liga 1. Namun, motivasi tinggi tuan rumah untuk mengamankan slot Liga 1 musim depan, membuat Semen Padang kerepotan.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga 1 2019, Jumat Malam
- Babak Pertama Persija Vs Madura United 4-0, PSIS Vs Semen Padang 1-0


Ketegangan untuk memetik kemenangan membuat emosi pemain Semen Padang terpancing. Imbasnya, dua kartu merah dikeluarkan wasit untuk tim tamu yakni Flavio Beck Junior menit ke-33 dan Agung Prasetyo pada injury time babak kedua. PSIS juga mendapat ganjaran satu kartu merah untuk Finky Pasamba pada pengujung babak pertama.

“Saya mohon maaf kepada suporter karena kalah dan terdegradasi. Sebenarnya kami sudah berjuang dan bahkan babak kedua lebih menguasai pertandingan namun hasil tidak berpihak kepada kami,” kata pelatih Kabau Sirah, Eduardo, usai pertandingan kemarin.

Meski baru menangani tim putaran kedua, pelatih asal Portugal ini mengaku tidak terlalu kecewa dengan performa anak asuhnya. “Kami mampu memetik 20 poin dari 15 pertandingan. Ini tidak jelek,” kata Eduardo lagi.

Ditanya mengenai dua kartu merah untuk anak asuhnya, ia mengatakan untuk kartu merah pertama mestinya tidak perlu dikeluarkan wasit. Namun untuk kartu merah kedua, diakuinya dalam kondisi yang berbeda.

Sementara itu tambahan tiga poin yang didapatkan oleh PSIS membuat anak asuh Bambang Nurdiansyah dipastikan aman dari degradasi. PSIS kini mengoleksi 43 poin dan ada di peringkat kesembilan.

 “Tentunya hal yang sangat melegakan kami dapat memenangi pertandingan dan memastikan tetap di Liga 1. Ini berkat kerja keras pemain, manajemen, tim pelatih dan dukungan suporter yang luar biasa,” kata pelatih yang akrab disapa Banur itu. Meski sudah aman dari degradasi, dua laga tersisa dikatakan Banur timnya tidak ingin kendur.

“Kami ingin memperbaiki posisi lagi di klasemen semampu yang kami bisa,” ucap dia lagi. Dalam laga pekan ke-33 Selasa (16/12) mendatang, PSIS akan menjamu Madura United juga di Stadion Moch Soebroto, Magelang.*Sri Nugroho

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news