news
LIGA 1
Persija dan Simic untuk Sementara Menjadi Raja Penalti Liga 1 2019
14 December 2019 11:15 WIB
berita
Riko Simanjuntak (kiri) mengecup kening Marko Simic sebelum mengeksekusi penalti, Jumat (13/12) - TopSkor/Ady Sesotya
JAKARTA – Julukan raja penalti kiranya layak disematkan kepada Persija. Pasalnya, dari 32 pertandingan Liga 1 2019, tim berjuluk Macan Kemayoran ini menjadi tim dengan koleksi penalti terbanyak. Dari total 39 gol yang telah dibukukan, sembilan di antaranya tercipta dari eksekusi di titik 12 pas.

Menariknya, sembilan gol penalti tersebut diborong Marko Simic. Sejatinya, striker asal Kroasia itu punya 10 kesempatan penalti selama Liga 1 2019, namun satu gagal, yakni saat jumpa Arema FC di Stadion Kanjuruhan. Meski begitu, Simic layak pula mendapat gelar raja penalti, karena jumlah penaltinya paling tinggi.




Baca Juga :
- Makin Habis! Dua Tunggal Ketemu Lawan Berat, Satu Ganda Campuran Pasti ke Semifinal
- Hubungan Baik Bisa Rusak, MU Mau Pinjam Gelandang Inter tapi Ditolak, Ada Alasannya




Adapun kolektor gol lainnya, paling banter melesakkan empat gol dari situasi penalti. Mereka itu adalah Makan Konate, Ciro Alves, Francisco Torres, Matias Conti, Wallace Costa, dan Mark Klok. Gelar raja penalti untuk Simic semakin relevan, sebab musim lalu ia juga merupakan pengoleksi penalti terbanyak, lima kali.

Dari sembilan penalti yang sukses ia jalankan, empat di antaranya ke gawang Madura United. Satu penalti tercipta dalam pertemuan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, sedangkan tiga penalti lainnya tercipta di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (13/12) malam, di mana Persija unggul 4-0.


Baca Juga :
- Mascherano Ajak Messi Pensiun di Negaranya, Katanya Bagus untuk Sepak Bola Argentina
- Diam-diam, Chelsea Mulai Cari Kontrakan untuk Gelandang Madrid Ini jika Jadi Pindah


Penalti pertama Simic didapat setelah Jaimerson da Silva Xavier, bek Madura United, menjatuhkannya di kotak penalti saat akan menyambut umpan silang Riko Simanjutak. Penalti kedua juga didapat akibat keteledoran Jaimerson, yang menyaou kaki Fitra Ridwan dengan keras dari belakang.

Sedangkan penalti ketiga berawal dari pergerakan Sandi Darma Sute yang bermanuver ke dalam kotak penalti dalam kawalan Andik Rendika Rama. Dalam duel tersebut Sandi terjatuh setelah berbenturan, tepatnya tangan Rendika mendorong punggung Sandi. Wasit Thoriq Alkatiri kontan menunjuk titik putih.

Satu gol Persija lainnya dilesakkan Ramdani Lestaluhu, memanfaatkan umpan matang Riko Simanjuntak. Ini gol perdana Ramdani dalam Liga 1 2019 atau yang kedua selama 2019. Bila dibanding musim-musim sebelumnya, ini jumlah terminim. Musim lalu ia mengoleksi tiga gol, sedangkan pada 2017 delapan gol.

Dengan kemenangan ini, Persija dipastikan selamat dari degradasi. Jatah turun kasta sudah pasti milik Kalteng Putra, Semen Padang FC, dan Perseru Badak Lampung FC. Pelatih Persija Edson Tavares sangat semringah kehadirannya bisa memberi dampak positif bagi tim ibu kota Indonesia ini.

“Tugas saya hampir selesai. Persija sebelumnya di bawah. Di era Tavares kami tujuh kali menang, kalah empat kali, empat kali imbang. Terima kasih buat pemain dan alhamdulillah,” kata Tavares. “Saya tak suka bicara musim depan. Sorry. Bagi saya, musim depan adalah melawan Persebaya.”

Sementara itu, Presiden Klub Madura United Achsanul Qosasih menilai janggal hukuman penalti kepada timnya. “Ya saya curiga. Patut dicurigai, tapi ua sudah,” katanya. Terlepas dari itu, Achsanul mengonfirmasi bahwa Rahmad Darmawan dipastikan enjadi pelatih baru Madura United.*** Furqon Al Fauzi

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news