news
MOTOGP
Ini Jurus Ducati Agar Zarco Mau Gabung Reale di MotoGP 2020
13 December 2019 10:55 WIB
berita
Johann Zarco menerima pinangan Reale Avintia dengan beberapa syarat.
BOLOGNA – Johann Zarco dipastikan berlomba dalam MotoGP 2020, menyusul keputusan untuk bergabung dengan tim satelit Ducati, Reale Avintia Racing. Namun, ia menegaskan kalau menandatangani kontrak dengan Ducati dan bakal mendapat dukungan penuh dari pabrikan asal Italia tersebut.

Syarat ini dibuat karena Zarco bertekad konsisten di barisan depan. Sekadar informasi, dirinya sempat menolak untuk melanjutkan karier bersama Reale karena merasa tim tersebut kurang kompetitif. Ducati pun mengubah status Reale, dari tim pelanggan menjadi satelit, hingga membuatnya tertarik.




Baca Juga :
- Lorenzo dan Yamaha Seperti 'Cinta Lama yang Bersemi Kembali'
- Jorge Lorenzo Kembali Tunggangi Motor Yamaha




“Ketika memutuskan berpisah dengan KTM, saya tak punya rencana cadangan. Tapi, belakangan ini, Ducati terus menghubungi dan mengatakan perlu bicara. Kami memiliki beberapa pertemuan, di mana mereka menjelaskan apa yang bisa diberikan,” kata Zarco seperti dilansir Speedweek.com kemarin.

Tahun ini jadi yang tersulit untuk karier Zarco dalam kelas tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor. Pria asal Prancis itu gagal tampil cepat bersama Red Bull KTM Racing hingga memilih mengakhiri kontrak lebih cepat. Padahal, saat masih memperkuat Yamaha Tech 3, ia beberapa kali menjejak podium.


Baca Juga :
- Inilah Masalah Utama Suzuki di MotoGP Musim Lalu
- Jorge Lorenzo Tegaskan Akan Kembali ke MotoGP


Kesempatan memperkuat Honda pun datang di pengujung musim atau saat MotoGP menyisakan tiga putaran. Sayang, gagal dimanfaatkan. “Mereka memberi saya kepercayaan diri! Mereka mengatakan, status Reale sepenuhnya berubah. Saya juga dijanjikan dapat motor lebih baik dan podium,” katanya.

Sebagai gambaran, sejak naik ke MotoGP, 2017, Zarco enam kali finis di zona podium bersama Tech3. “Setelah melewati tahun yang sulit, banyak hal menjadi lebih baik. Tapi, untuk saat ini, rasanya lebih baik memasang target rasional daripada bertekad meraih podium atau kemenangan,” ujarnya.

Meski motor Ducati, Desmosedici, punya karakter hampir sama seperti RC16 milik KTM. Zarco tak memiliki keraguan dengan proses adaptasinya nanti. Tapi, belum diketahui secara pasti apakah ia bakal memakai motor terbaru atau Desmosedici GP19 yang digunakan oleh tim pabrikan, tahun ini.

“Saat melakoni lomba bersama Honda, awalnya sedikit ragu bisa bangkit karena hasil kurang bagus sebelumnya (KTM). Tapi, saya punya perasaan baik dan mereka terkesan dengan cara saya melakukan pendekatan terhadap Desmosedici. Saya harus bisa kembali ke barisan depan,” Zarco menuturkan.

Sebelum memutuskan bergabung dengan Reale, banyak kabar soal masa depannya dalam ajang balap motor. Isu yang terkuat, Zarco bakal kembali ke Moto2 karena kursi MotoGP sudah penuh. Lalu, ia sempat diisukan menggantikan Jorge Lorenzo yang saat itu santer dikabarkan pensiun di Repsol Honda.

Namun, hal tersebut tak terealisasi karena Honda lebih memilih Alex Marquez sebagai pengganti Lorenzo. Keputusan yang diambil Reale untuk memecat Karel Abraham jadi satu-satunya kesempatan Zarco untuk bertahan di MotoGP. Pendekatan yang dilakukan Ducati terbukti membuatnya luluh.

Musim depan, Zarco akan berduet dengan Tito Rabat. Momen ini harus bisa dimanfaatkan untuk mengembalikan kepercayaan diri bisa bersaing ketat di barisan depan MotoGP. “Saya senang dengan kedatangan pembalap hebat sepertinya. Kami tak sabar melihat Johann dan Tito bersaing di 10 besar,” kata pemilik Reale, Raul Romero.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news