news
LIGA INGGRIS
Vardy Berpeluang Kembali Dapat Panggilan Timnas Inggris
12 December 2019 14:41 WIB
berita
Performa impresif yang diperlihatkan striker Jamie Vardy bersama Leicester musim ini membuat peluangnya kembali memperkuat timnas Inggris terbuka lebar./Istimewa
LEICESTER - Jamie Vardy tengah menikmati musim terbaiknya. Striker Leicester City FC itu sudah mencetak 16 gol sepanjang Liga Primer 2019/20 dan memimpin daftar top scorer sementara. Selain memastikan The Foxes menang delapan laga beruntun, dua torehan terakhir Vardy tercipta pada pertandingan ketujuhnya berturut-turut.

Di bawah pelatih Brendan Rodgers, Vardy telah belajar bagaimana menjadi lebih efektif dalam menjalankan tugas sebagai ujung tombak tim. Ia selalu memastikan energinya cukup untuk meneror pertahanan lawan. Dan penyerang 32 tahun tersebut sepertinya tidak akan melambat dalam waktu dekat.




Baca Juga :
- Caballero Starter Chelsea Kontra Leicester, Bukan Arrizabalaga, Begini Alasan Lampard
- Daftar Lengkap Transfer Liga Inggris, tapi Chelsea, City dan Leicester Tidak Belanja




Karena Vardy sedang menapaki jalur untuk dapat mematahkan rekornya sendiri di Liga Primer, yakni mencetak 24 gol dalam semusim ketika Leicester juara pada 2015/16. Dia bahkan juga berpeluang untuk mengalahkan rekor 32 gol dalam semusim, yang saat ini dipegang oleh penyerang Liverpool FC, Mohamed Salah.

Jelas Vardy sangat terbantu oleh istirahat ekstra yang didapat selama jeda internasional, usai mundur dari timnas Inggris pada medio 2018. Tetapi, mengingat performanya tengah on fire dan putaran final Piala Eropa 2020 akan berlangsung dalam enam bulan ke depan, pembicaraan tentang Vardy kembali membela The Three Lions mulai viral.


Baca Juga :
- Pembelian Darurat! Barca Mau Boyong Aubameyang Bulan Ini untuk Gantikan Suarez
- Zidane Tak Mau Pakai Bek Kanan Ini tapi Madrid Masih Pikir-pikir untuk Meminjamkannya


Dan itu dipicu oleh penyataan Gareth Southgate beberapa hari lalu. “Ini bukan kejutan karena secara fisik Jamie (Vardy) sangat fit. Dia seperti James Milner (gelandang Liverpool FC), yang meski tidak muda lagi dan tidak lagi memainkan laga internasional, tetap mampu mengelolo tubuh dan menjaga kebugarannya,” kata pelatih Inggris itu.

Southgate menghormati keputusan Vardy untuk mundur dari timnas. “Saya yakin dia bisa melakukan keduanya, di level klub dan timnas, tetapi itu keputusan yang ingin dia ambil setelah Piala Dunia di Rusia, dan kami telah berbicara soal itu. Namun, kami selalu mengatakan bahwa pintu ke timnas akan tetap terbuka,” ujarnya sang pelatih lagi.

Southgate mengungkapkan Inggris memang memberi kesempatan bagi para pemain muda memperlihatkan kualitasnya di level internasional. Seperti Tammy Abraham yang diharapkan memotivasi potensi-potensi Inggris lainnya. Walau begitu Southgate sepertinya sangat berharap Vardy bisa memperkuat Inggris di Piala Eropa 2020 nanti.

Masalahnya, Vardy tengah berada di musim yang luar biasa, bahkan kembali bermain satu kali di Piala Eropa 2020 bukan ide yang baik. Lagipula, mengingat bagaimana kinerja The Foxes sepanjang musim ini, sangat mungkin Vardy dan kawan-kawan akan bermain di kompetisi Eropa, pastinya Liga Champions, pada 2020/21 mendatang.

Artinya, musim panas berikutnya akan jadi waktu yang sangat penting bagi Vardy untuk memulihkan fisik. Tidak realistis mengharapkannya bermain semusim penuh di level atas, lalu menghabiskan musim panas dengan tampil di Piala Eropa 2020, lalu pulang untuk fokus ke Liga Primer dan Liga Champions, memainkan dua laga setiap pekan.

Rodgers memang telah menegaskan akan menyerahkan setiap keputusan kepada para pemainnya. Namun jika Vardy mengetuk pintu kantornya untuk meminta nasehat, pelatih asal Irlandia Utara itu harus memberi tahu sang striker bahwa untuk sekarang, memutuskan kembali ke sepak bola internasional tidak akan berguna baginya.

Bukannya tidak patriotik, tetapi Vardy memperpanjang karier di klub setelah terlalu sering sebagai cadangan dalam skuat  Inggris. Dia harus melawan godaan turnamen internasional dan tetap pada keputusan untuk memastikan musim depan dia masih bisa mencetak gol dengan kecepatan yang sama di Liga Primer dan Liga Champions.***NURUL IKA HIDAYATI

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news