news
LIGA EUROPA
Lingard di Jalur yang Benar
12 December 2019 14:01 WIB
berita
Gelandang serang Man. United Jesse Lingard dipastikan menjadi starter pada duel terakhir Grup L Liga Europa melawan AZ Alkmaar di Old Trafford, Kamis (12/12) malam.
MANCHESTER - Manchester United (MU) sudah pasti lolos ke 32 besar Liga Europa sejak usai laga kelima Grup L, akhir bulan lalu. Dengan 10 poin, Setan Merah unggul satu angka dengan peringkat kedua, AZ Alkmaar, yang juga telah memastikan lolos.

Dengan begitu, MU cuma perlu hasil seri pada laga terakhir Grup L menjamu AZ di Old Trafford, Kamis (12/12) malam untuk memuncaki grup. Karena jadwal sangat padat, pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer hampir pasti melakukan sejumlah rotasi dalam starting 11 untuk laga Jumat dini hari WIB nanti.




Baca Juga :
- Pogba dan McTominay Segera Kembali, Penyangga Cederanya Telah Dilepas
- Wayne Rooney Punya Kans Bertemu MU di FA Cup




Namun begitu, Setan Merah dipastikan tetap tidak mau mengambil risiko kalah dan gagal menjadi juara grup. Pasalnya, dengan memuncaki grup, kans MU mendapatkan lawan lebih ringan dalam undian babak 32 besar.

Meskipun begitu, Setan Merah juga harus menghemat tenaga lawan AZ karena punya tugas lebih penting di Liga Primer tiga hari kemudian. MU bakal menjamu Everton FC dan harus menang demi menjaga peluang meraih tiket ke Liga Champions musim depan.


Baca Juga :
- PUMA Rilis Varian Sepatu Baru, Pep Guardiola Antusias
- MU Minta Sanchez Buktikan Gajinya yang Selangit Setimpal dengan Kaus Nomor 7


Terlepas dari tuntutan untuk melakukan rotasi lawan AZ, Solskjaer diyakini bakal kembali memasang Jesse Lingard sebagai starter. Pasalnya, winger 26 tahun ini tengah menunjukkan performa terbaiknya. Meski tak mencetak gol atau assist, dia memainkan peran penting dalam sukses MU memenangi dua laga terakhir di Liga Primer lawan Tottenham Hotspur dan Manchester City.

“Setiap performa pasti mengalami penurunan dan kita bakal melalui periode naik dan turun. Tapi, saya merasa berada di jalur yang benar saat ini,” kata Lingard. “Saya  berlatih dengan baik. Saya melakukan segalanya dengan benar dan sang pelatih merasa senang dan itu yang paling penting.”

Dua kemenangan beruntun atas Tottenham dan City mengangkat MU ke urutan kelima klasemen Liga Primer dengan 24 poin dari 16 laga. Tapi, mereka masih terpaut lima poin dengan Chelsea FC yang menduduki peringkat keempat, posisi terakhir di zona Liga Champions.

Jadi, MU harus melanjutkan tren positif ini jika ingin ikut meramaikan di posisi empat besar. “Saya sangat optimistis (memandang sisa musim ini). Usai kemenangan beruntun atas Spurs dan City, muncul kepercayaan diri,” kata Lingard. “Kini, kami harus punya pola pikir dan mentalitas yang benar untuk terus melaju.”

Lingard sempat kehilangan posisi sebagai starter awal musim ini lantaran serangkaian performa yang mengecewakan. Menurut Solskjaer, penurunan performa itu dialami mantan pemain Leicester City itu lantaran masalah di luar lapangan. Khususnya, aktivitas sang pemain yang sangat tinggi dalam menggunakan media sosial.

Kebiasaan itu pula yang membuat Lingard pernah mendapatkan teguran keras dari Solskjaer musim panas lalu. Kini, pemain kelahiran Warrington itu mengaku sudah tidak terlalu peduli dengan semua yang beredar di media sosial.

Selain berambisi membantu MU meraih prestasi terbaik di seluruh kompetisi musim ini, Lingard punya misi lain yang tak kalah penting yaitu kembali membela tim nasional Inggris. Maklum, dia tidak pernah lagi dipanggil oleh pelatih Gareth Southgate sejak terakhir kali memperkuat The Three Lions di putaran final Liga Negara-negara Eropa (LNE) 2018/19 awal Juni lalu.

“Jika kita bermain baik bersama MU, kita pasti dipanggil ke timnas,” ujar Lingard. “Saya sempat berbicara dengan Gareth beberapa bulan lalu dan dia tahu pemain seperti apa saya ini. Dia jelas mengenal saya sebagai pemain sejak di timnas U-21 dan dia tahu bagaimana saya menghadapi situasi tertentu.”

MU hanya bermain imbang 0-0 dengan AZ dalam duel pertama di Cars Jeans Stadium pada 3 Oktober lalu. Dan, ambisi Setan Merah untuk memenangi pertemuan kedua ini juga tidak akan mudah diwujudkan. Pasalnya, klub Belanda punya lini pertahanan yang sulit dibobol.

AZ mencatatkan tiga clean sheet dalam lima laga di fase grup Liga Europa dan hanya kebobolan delapan gol dalam 16 laga di Eredivisie. Kiper Marco Bizot bahkan membuat clean sheet ke-21 di Eredivisie sepanjang tahun ini saat AZ mengalahkan PEC Zwolle 3-0 akhir pekan lalu. Dia kiper pertama yang menorehkan rekor ini sejak Ed De Goey di bawah mistar Feyenoord pada 1991.***RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news